Kemarin saya isi bensin (di Malaysia disebut minyak), sebanyak RM 50. Dapat 18.5 liter. Fiuhhh.. Bandingkan dengan sebelumnya. RM50 dapat isi 26 liter. Selisih 8 liter. Lumayan.
Beras naik juga. Bulan lalu beli beras kualiti biasa seharga Rm25.90, sekarang sudah jadi 31.50. Besar sekali kenaikannya dalam masa sebulan. Beruntung saya hanya ada 2 orang anak yang masih kecil. Bayangkan seperti tetangga saya. Lima orang anak dengan gaji bulanan kurang dari RM2000. Beras 10 kg bisa saya habiskan sebulan lebih. Kalau 5 orang anak? Seminggu barangkali.
Minyak goreng sama juga. setiap kali beli selalu berubah harganya. Naik puluhan sen, sehingga sekarang mencapai RM 14.70 untuk 5kg.
Baru tahu saya kalau harga susu pun begitu mahal. Saya memang tidak pernah beli susu formula untuk bayi dibawah setahun. Saya lihat harganya RM45 untuk 650gram merek tertentu. Rata-rata pun harganya RM30. Tak jadi beli. Lebih baik saya perbanyak produksi ASI. Lebih bermanfaat lebih sehat dan sangat hemat. Saya cuma perlu beli kacang soya (kedelai) untuk dibuat susu, kacang hijau untuk dibuat bubur, sayur bayam, sayur daun katuk, bermacam sayur untuk dibuat sayur manis. Air susu jadi bertambah banyak.
Harga memang naik gila-gilaan. Jauh sebelum harga minyak naik semua barang kebutuhan pokok sudah naik. Setelah minyak naik harga semakin melambung. Oh Tuhanku... Sehingga harga sebungkus nasi lemak bungkus daun pisang dengan sambal ikan bilis yang tak lebih dari 5 ekor, beberapa butir kacang tanah dan sepotong ikan selar kuning yang kecil, harganya RM1.6.
Tadi malam saya menonton berita. Pekerja sebuah kilang diberhentikan ramai-ramai. Ibu tunggal yang harus menghidupi beberapa anak kehilangan pendapatan. Mereka menangis. Entah bagaimana meneruskan hidup. Lagi, saya harus bersyukur dengan apa yang ada.
Sementara diatas sana. Wahai kalangan elite politik. Mereka bergaduh sesama sendiri. Tentang sesuatu yang memualkan. Sodomi. Oh my... Rakyat menjerit... Bingung dan marah pada keadaan.
Orang2 elite itu...walaupun katanya mereka difitnah dengan keji, mereka tak perlu pusing dengan kenaikan beras, minyak goreng bahkan harga minyak petrol. Mereka orang yang berkantong tebal. Kenaikan harga bukan masalah besar bagi mereka. Ini masalah rakyat yang semakin terjepit.
note : RM1 sekitar Rp.2850
Ahad, Julai 06, 2008
Jumaat, Julai 04, 2008
bola dunia untuk najwa
hari ini
najwa ulang tahun
ketika kutanya ingin hadiah apa
dia menjawab...bubble...katanya setengah menjerit
sederhananya hadiahmu, kataku
bunda ingin menghadiahkan bola dunia untukmu
apa itu bunda? tanyanya
sebuah bola dimana kau bisa melihat letak tanah tempatmu berpijak
juga bisa kau tahu dimana tanah air nenekmu
keningnya berkerut
biar aku ceritakan padamu, nak..
duniamu bukan hanya apa yang engkau lihat
bumi Allah ini luas nak..
manusia berbagai-bagai
menghuni tanah-tanah yang tidak kau kenal
setelah kau paham
bercita-citalah
suatu saat akan kau pijak tanah mereka
dengan keluhuran ilmu dan kebijakan lakumu
dia tersenyum
mungkin masih belum mengerti
tak mengapa
akan kubacakan engkau buku nak..
tentang dunia disebelah sana
dan nanti kau carilah nama tempat itu dibola dunia
====================================================
selamat ulang tahun anakku
mata beningmu selalu lekat dalam hatiku
najwa ulang tahun
ketika kutanya ingin hadiah apa
dia menjawab...bubble...katanya setengah menjerit
sederhananya hadiahmu, kataku
bunda ingin menghadiahkan bola dunia untukmu
apa itu bunda? tanyanya
sebuah bola dimana kau bisa melihat letak tanah tempatmu berpijak
juga bisa kau tahu dimana tanah air nenekmu
keningnya berkerut
biar aku ceritakan padamu, nak..
duniamu bukan hanya apa yang engkau lihat
bumi Allah ini luas nak..
manusia berbagai-bagai
menghuni tanah-tanah yang tidak kau kenal
setelah kau paham
bercita-citalah
suatu saat akan kau pijak tanah mereka
dengan keluhuran ilmu dan kebijakan lakumu
dia tersenyum
mungkin masih belum mengerti
tak mengapa
akan kubacakan engkau buku nak..
tentang dunia disebelah sana
dan nanti kau carilah nama tempat itu dibola dunia
====================================================
selamat ulang tahun anakku
mata beningmu selalu lekat dalam hatiku
Khamis, Jun 19, 2008
Buaian
Akhirnya saya menyerah...
Setelah badan didera lelah setiap hari menjelang Aliff tidur, saya putuskan untuk menidurkannya dibuaian (ayunan).

Alhamdulillah, dia boleh tidur lama dan lelap, tanpa saya susah2 menggendongnya kesana kemari sambil menyanyi keras2 mengalahkan tangisannya.
Andai dari dulu saya pakai benda ajaib ini....
Setelah badan didera lelah setiap hari menjelang Aliff tidur, saya putuskan untuk menidurkannya dibuaian (ayunan).

Alhamdulillah, dia boleh tidur lama dan lelap, tanpa saya susah2 menggendongnya kesana kemari sambil menyanyi keras2 mengalahkan tangisannya.
Andai dari dulu saya pakai benda ajaib ini....
Rabu, Jun 11, 2008
Dalam Perjalanan Pulang
Jumaat, Mei 30, 2008
dok Kelate
Bangun jam 4 pagi. Cepat2 kerjakan tugas kantor. Selesai jam 7.00. Terburu-buru buat sarapan, bihun goreng dan nasi goreng sekalian untuk bekal. Yup, kami ke Kelantan pagi ini. Mandikan najwa, aliff...semua serba cepat. Siapkan barang2 yang akan dibawa, packing terus masukkan ke bagasi.

Huahhh...selesai juga. Tepat jam 10 pagi kami berangkat. Bismillahitawakkaltu 'alallah. mudah2an dilancarkan perjalanan kami. Kami mengambil jalan Kulai-Kota tinggi-Mersing-Kuantan-Jerangau Jabung-Kuala Berang-Kelantan. Panjang dan melelahkan.
Aliff langsung tertidur begitu masuk dalam mobil. Bangun jam 2. Lega. Setidaknya saya cuma harus melayan najwa. Sempat juga main din din tak udin dimobil. Hehe...ini permainan tempo dulu masa kanak-kanak saya.
Suami saya memandu dengan semangat tinggi :D. Tak terasa lelah katanya. Efek dari menjadi vegetarian..hahaha... Kami cuma berhenti untuk sholat Ashar jamak dengan sholat dhuhur. Makan? Kami bawa bekal jadi tak perlu singgah kedai makan. Kami memang sudah jarang makan diluar, apalagi semenjak ada temuan dari Persatuan Pengguna Pulau Pinang dengan ditemukannya bakteri e-coli dibeberapa restoran di Penang. Masak sendiri jauh lebih sehat dan hemat. Kalaupun terpaksa makan diluar, saya akan pilih restoran yang bersih. Kalau perlu lihat dulu dapurnya, bersih atau tidak hehehe... Maaf lah, kebanyakan restoran walaupun nampak bersih diluar, tapi dapurnya kotor. Padahal disitulah proses mengolah makanan dilakukan.
Seperti lazimnya di Malaysia, perjalanan kami ditempuh dengan menyusur perkebunan kelapa sawit yang mula membentang sejak dari Kota Tinggi lagi. Masuk Jabor, lori balak (truk pengangkut kayu balak), banyak terlihat. Kayu-kayu sebesar gajah diikat dengan rantai besi. Beberapa mobil mengekor dibelakang lori. Terbayang kalau ikatan kayu putus, kayu gajah itu akan menggelinding menimpa mobil2 dibelakang. Naudzubillah. Kayu bernilai tinggi yang usianya mungkin ratusan tahun, ditebang untuk keperluan industri. Sayang rasanya..

Ah sudah sampai Kelantan jam 8.45. Tepat 12 jam. Biasanya kami perlukan waktu 14 jam untuk sampai. Abah dan Ummi sudah menunggu. Yang ditunggu tentu Aliff, karena ini pertama kali dia pulang kampung. Huaaaa..semua terkejut melihat Aliff yang montel, 8.5 kg dalam usia 4 bulan 3 minggu.

Huahhh...selesai juga. Tepat jam 10 pagi kami berangkat. Bismillahitawakkaltu 'alallah. mudah2an dilancarkan perjalanan kami. Kami mengambil jalan Kulai-Kota tinggi-Mersing-Kuantan-Jerangau Jabung-Kuala Berang-Kelantan. Panjang dan melelahkan.
Aliff langsung tertidur begitu masuk dalam mobil. Bangun jam 2. Lega. Setidaknya saya cuma harus melayan najwa. Sempat juga main din din tak udin dimobil. Hehe...ini permainan tempo dulu masa kanak-kanak saya.
Suami saya memandu dengan semangat tinggi :D. Tak terasa lelah katanya. Efek dari menjadi vegetarian..hahaha... Kami cuma berhenti untuk sholat Ashar jamak dengan sholat dhuhur. Makan? Kami bawa bekal jadi tak perlu singgah kedai makan. Kami memang sudah jarang makan diluar, apalagi semenjak ada temuan dari Persatuan Pengguna Pulau Pinang dengan ditemukannya bakteri e-coli dibeberapa restoran di Penang. Masak sendiri jauh lebih sehat dan hemat. Kalaupun terpaksa makan diluar, saya akan pilih restoran yang bersih. Kalau perlu lihat dulu dapurnya, bersih atau tidak hehehe... Maaf lah, kebanyakan restoran walaupun nampak bersih diluar, tapi dapurnya kotor. Padahal disitulah proses mengolah makanan dilakukan.
Seperti lazimnya di Malaysia, perjalanan kami ditempuh dengan menyusur perkebunan kelapa sawit yang mula membentang sejak dari Kota Tinggi lagi. Masuk Jabor, lori balak (truk pengangkut kayu balak), banyak terlihat. Kayu-kayu sebesar gajah diikat dengan rantai besi. Beberapa mobil mengekor dibelakang lori. Terbayang kalau ikatan kayu putus, kayu gajah itu akan menggelinding menimpa mobil2 dibelakang. Naudzubillah. Kayu bernilai tinggi yang usianya mungkin ratusan tahun, ditebang untuk keperluan industri. Sayang rasanya..

Ah sudah sampai Kelantan jam 8.45. Tepat 12 jam. Biasanya kami perlukan waktu 14 jam untuk sampai. Abah dan Ummi sudah menunggu. Yang ditunggu tentu Aliff, karena ini pertama kali dia pulang kampung. Huaaaa..semua terkejut melihat Aliff yang montel, 8.5 kg dalam usia 4 bulan 3 minggu.
Jumaat, Mei 16, 2008
Kenapa?
Anak pertama saya, Najwa 2 tahun 10 bulan, mulai menunjukkan sifat ingin tahu. Ia mulai bertanya kenapa..kenapa..kenapa..??? Walaupun saya agak repot menjawab pertanyaannya, tapi saya gembira. Agaknya kecerewetan saya (akibat mulut yang susah diam) mulai menampakkan hasil. Saya memang ingin dia banyak bertanya. Karena itu disetiap kesempatan saya dan juga suami selalu bercerita tentang apa saja pada Najwa. Tentang langit, awan, hujan, matahari, bulan, pohon yang sedang berbuah, tentang kakeknya almarhum, apa saja.... Pertanyaannya masih sederhana, tidak sampai membuat saya susah mencari jawabannya.
Ketika melihat orang naik roller blade di you tube memakai baju biru, dia tanya : kenapa orang itu pakai baju biru?. Saya diam sebentar, memperhatikan orang tersebut, lalu : agaknya dia nak sesuaikan bajunya dengan stocking yang juga warna biru. lihat, roller blade-nya pun warna biru. Supaya matching.
"kenapa pasport bunda warna hijau? Kakak dengan ayah warna merah?
Karena bunda orang Indonesia. Ingat tak pasport nenek, teteh uwi, kakak vita juga warna hijau.
"kenapa bunda orang Indonesia?"
O yang itu.. sebab bunda lahir di Indonesia, kakek nenek wawa pun orang Indonesia.
kenapa bunda tak jadi orang Malaysia je?
Boleh juga bunda jadi orang Malaysia. tapi nanti mungkin 10 tahun lagi. Hehe..boleh ke tak ye...???
"kenapa adek tak boleh pakai baju wawa?
karena adek lelaki. lelaki tak pakai baju bergambar bunga, ada renda, ada ribbon. Lelaki pakai baju bergambar kereta, hewan, atau tak ada gambar.
"kalau pakai juga?"
nanti dibilang pondan.. hehehe...
"pondan tu apa?"
pondan tu..bencong heee...lelaki yang berpakaian seperti perempuan.
dan setelah itu, dia akan ketawa terkekeh kekeh bila kata pondan disebut.
banyak lagi pertanyaan2 sederhana lainnya. Tampaknya saya harus beli ensiklopedia untuk persediaan jika sewaktu-waktu dia tanya hal-hal yang susah dijelaskan dengan bahasa anak kecil. seperti : bagaimana bunda boleh mengandung?
waaaaa....apakah jawabannya?
Ketika melihat orang naik roller blade di you tube memakai baju biru, dia tanya : kenapa orang itu pakai baju biru?. Saya diam sebentar, memperhatikan orang tersebut, lalu : agaknya dia nak sesuaikan bajunya dengan stocking yang juga warna biru. lihat, roller blade-nya pun warna biru. Supaya matching.
"kenapa pasport bunda warna hijau? Kakak dengan ayah warna merah?
Karena bunda orang Indonesia. Ingat tak pasport nenek, teteh uwi, kakak vita juga warna hijau.
"kenapa bunda orang Indonesia?"
O yang itu.. sebab bunda lahir di Indonesia, kakek nenek wawa pun orang Indonesia.
kenapa bunda tak jadi orang Malaysia je?
Boleh juga bunda jadi orang Malaysia. tapi nanti mungkin 10 tahun lagi. Hehe..boleh ke tak ye...???
"kenapa adek tak boleh pakai baju wawa?
karena adek lelaki. lelaki tak pakai baju bergambar bunga, ada renda, ada ribbon. Lelaki pakai baju bergambar kereta, hewan, atau tak ada gambar.
"kalau pakai juga?"
nanti dibilang pondan.. hehehe...
"pondan tu apa?"
pondan tu..bencong heee...lelaki yang berpakaian seperti perempuan.
dan setelah itu, dia akan ketawa terkekeh kekeh bila kata pondan disebut.
banyak lagi pertanyaan2 sederhana lainnya. Tampaknya saya harus beli ensiklopedia untuk persediaan jika sewaktu-waktu dia tanya hal-hal yang susah dijelaskan dengan bahasa anak kecil. seperti : bagaimana bunda boleh mengandung?
waaaaa....apakah jawabannya?
Rabu, Mei 14, 2008
Aliff 4 bulan
Jumaat, April 18, 2008
Isnin, Februari 25, 2008
sholatku malam tadi
kenapa aku bisa lupa
pada doa iftitah
kucoba mengingatnya
tapi tak dapat
aih...apa ya..
biasanya lancar mulutku membacanya
karena semuanya sudah terekam dalam otakku
kuangkat saja tanganku bertakbir
meluncurlah bacaan-bacaan itu
tak perlu payah aku mengingatnya
seperti anak kecil baru belajar sholat
tapi di dua sholatku malam tadi
aku lupa
dan ini sering terjadi
justru disaat aku meluruskan hatiku hanya kepada-Nya
karena biasanya
walau kakiku terpacak kukuh
hatiku berlari
pada doa iftitah
kucoba mengingatnya
tapi tak dapat
aih...apa ya..
biasanya lancar mulutku membacanya
karena semuanya sudah terekam dalam otakku
kuangkat saja tanganku bertakbir
meluncurlah bacaan-bacaan itu
tak perlu payah aku mengingatnya
seperti anak kecil baru belajar sholat
tapi di dua sholatku malam tadi
aku lupa
dan ini sering terjadi
justru disaat aku meluruskan hatiku hanya kepada-Nya
karena biasanya
walau kakiku terpacak kukuh
hatiku berlari
Rabu, Februari 20, 2008
sekejap saja....
ku merasa
sehari itu sebentar saja
buka mata dipagi buta
terkoneksi kedunia maya
sampai jaga cahaya mata
kemudian hariku penuh
bajuku lusuh berpeluh
mataku tak bersuluh
sampai malam menyapa lelah
tak boleh juga aku rebah
si kecil banyak kerenah
tapi aku tak boleh marah
sampai malam benar-benar tua
dan penatku belum pun reda
anakku dahaga
sekejap saja
ketika lelap membuai mata
lagi kuterjaga karena nada
dan hariku bermula
sehari itu sebentar saja
buka mata dipagi buta
terkoneksi kedunia maya
sampai jaga cahaya mata
kemudian hariku penuh
bajuku lusuh berpeluh
mataku tak bersuluh
sampai malam menyapa lelah
tak boleh juga aku rebah
si kecil banyak kerenah
tapi aku tak boleh marah
sampai malam benar-benar tua
dan penatku belum pun reda
anakku dahaga
sekejap saja
ketika lelap membuai mata
lagi kuterjaga karena nada
dan hariku bermula
Jumaat, Februari 15, 2008
Busana (yang) Melayu

(Syarat pesanan Syeikh Nuh Ha Mim kepada Sultan Muhammad Syah dalam Manikam Kalbu)
Syarat pertama: Busana Melayu itu hendaklah pantang membuka aurat. Sesiapa memakai terbuka aurat, tanda imannya sudah berkarat. Tanda orang tidak semenggah, berkain baju berdedah-dedah. Barangsiapa memakai singkap menyingkap, tanda dirinya tidak beradab. Adat orang Melayu jati, berkain baju berhati-hati.
Syarat kedua: Busana Melayu itu pantang kainnya nipis, apabila kain nipis, di situlah tempat setan dan iblis. Apabila memakai baju terlalu jarang, malu tak ada aib pun hilang. Sesiapa memakai akan pakaian yang tembus mata, tanda dirinya dalam nista.
Syarat ketiga: Busana Melayu itu mestilah pantang berpotongan ketat. Tiada boleh sama sekali nampak lekuk atau liku di tubuh. Ingatlah apabila memakai yang ketat-ketat, agama hilang binasa adat. Barangsiapa berbaju sempit, imannya malap jiwanya sakit. Tanda orang beriman teguh, pakaian sempit memang dijauh.
Syarat keempat: Pantang Busana Melayu mengada-ngada. Membuat baju harus sejudu, jangan suka tiru-meniru, supaya tak hilang maruah Melayu. Apabila memakai tahukan diri, supaya tak lupa diri sendiri. Jika memakai menutupi badan, supaya tidak disusupi setan.
Syarat kelima: Dilarang sekali memandai-mandai. Kerana apabila pakaian memandai-mandai, aib tersingkap malu terburai.
Khamis, Februari 14, 2008
umur ibuku

seharusnya ibuku dapat diskon waktu mau ke Singapura naik kereta api. Umur ibuku sudah lebih dari 6o tahun, umur pastinya gak tau karena tidak tercatat di akta kelahiran :D. tapi dipaspornya ibuku lahir tahun 1948, berarti sekarang genap 60 tahun. mungkin belum termasuk kategori warga emas, jadi gak dapat diskon.
kenapa ibu bisa semuda itu dipaspornya?
ibuku juga tidak tahu kapan pastinya dia lahir. tapi ingatannya masih segar kalau bicara tentang umur berapa dia masuk sekolah dasar. ibuku bilang dia masuk sekolah ketika tangannya yang dilingkarkan diatas kepala belum lagi menyentuh telinga. maknanya umur ibu belum tujuh tahun. kemudian berhenti sekolah karena Belanda menduduki Indonesia lagi. kemudian hijrah ke Lampung, jalan kaki berminggu-minggu bersama rombongan sekampung orang Pandeglang. setelah itu, tahun 1950 ibu pun bersekolah lagi. asumsiku kalau tahun 1950 ibu sekolah lagi, berarti umur ibu waktu itu sekitar 8 tahun. so, ibu lahir tahun 1942.
kalau begitu usia ibuku sekarang 66 tahun. sudah sepuh rupanya ibuku...gak sadar :((
tapi tidak semua kakak-kakakku tahu kalau ibu mulai sekolah tahun 1950. mungkin karena males itung-itungan akhirnya nembak aja, maka dipilihlah tahun 1948 sebagai tahun kelahiran ibuku. akhirnya tahun itulah yang dipakai didokumen-dokumen resmi ibu.
tapi akupun puyeng lagi. Abang sulungku lahir tahun 1957. ibu menikah tahun 1955. kalaupun ibu lahir tahun 1942, berarti ketika menikah umur ibuku cuma 13 tahun!!!! tapi ibuku membenarkan, wong waktu kawin katanya baru kelas 5 SD. addduuuhhh...pernikahan dibawah umur inimah namanya hehehe... tapi maklumlah zaman dahulu baru merdeka, pernikahan dini itu biasa. yang penting udah bisa masak dikawinin deh..
yang lucu waktu ibu dan kakakku nomor 2 ke Malaysia tahun 2005 dulu. waktu di imigrasi malaysia ditanya apa hubungan ibu dengan kakakku. ibuku bilang anak beranak. si petugas kaget, lalu mencocokkan tahun lahir. kakakku lahir tahun 1959, dipaspor ibuku lahir tahun 1948, bedanya 11 tahun!!!! heran dong, masa emak ama anak cuma beda umur dikit gitu hehehehe...
Ahad, Februari 03, 2008
Khamis, Januari 31, 2008
entri lama -menyambut Najwa-
entri dari bloglama bundanajwa;
Begitulah...kami sepakat memberimu nama Najwa. Singkat sekali. Itu nama pemberianku, bunda yang telah mengandungmu lebih dari 9 bulan. Kini usiamu menginjak 37 minggu, penantian kami akan kehadiranmu sebentar lagi berakhir. Sungguh, hadirmu kelak akan membawa beribu makna bagi kami, orang tuamu...
Najwa..kamipun berpikir untuk memberimu satu nama lagi. Fatih, nama itu yang dipilih ayahmu. Jadilah namamu Fatih Najwa, yang bermakna Najwa sang pembuka, yang memulai. Kau adalah anak pertama kami, hadiah dari Sang Maha Pemberi.
Kau lah yang akan membuka lembaran baru bagi kami
Yang akan memulaikan hari-hari dengan pendar cahayamu
Lebih dari sekedar lentera
Kau adalah bintang dihati kami
Najwa...panggil kami Ayah dan Bunda, sepasang manusia yang tertatih membangun masa depanmu. Kita bertiga adalah satu. Mungkin akan ada najwa-najwa yang lain, semuanya bagaikan bintang..penyinar hati kami.
Walaupun sekarang kau belum lagi berwujud, namun setiap gerakmu adalah pemacu semangat kami. Seperti pada setiap malam, saat kami berkongsi cerita denganmu, kami tahu kau mendengar suara kami. Ada saatnya kau gerakkan kakimu, dan membuat perutku sedikit bergelombang. Lalu, kami pun berlomba untuk dapat menyentuhmu, ikut merasakan apa yang sedang kau lakukan didalam sana. Ayahmu berkata, kau pasti sedang belajar taekwondo..hmmm...kemudian aku katakan...tidak..kau pasti sedang berenang menuju dunia..:-)
Najwa...kami pun bersiap menunggu hadirmu. Sepasang kaus kaki cantik sudah kami siapkan, juga baju manis berwarna kuning untukmu. Lalu sebuah topi mungil untuk menutupi kepalamu, dan selimut hangat yang akan mendekapmu. Selamat datang nak... Dekapan ayah dan bunda akan menyambutmu memasuki dunia baru. Menangislah yang kuat, dan buat dunia tertawa karena tangismu.
Bila masa itu tiba, dengarlah bisikan kami, bahwa kami sangat menyayangimu. Tersenyumlah, dan sambutlah tangan kami yang akan memapahmu menapaki kehidupan.
Senyumanmu adalah purnama
Yang dengannya pohon-pohon berbisik
Kabarkan berita suka cita
Datangnya hadiah dari Sang Maha Baik
p/s: bundaNajwa tolong buatkan Entri Khas -menyambut Aliff- please sisihkan secuit senggang
Begitulah...kami sepakat memberimu nama Najwa. Singkat sekali. Itu nama pemberianku, bunda yang telah mengandungmu lebih dari 9 bulan. Kini usiamu menginjak 37 minggu, penantian kami akan kehadiranmu sebentar lagi berakhir. Sungguh, hadirmu kelak akan membawa beribu makna bagi kami, orang tuamu...
Najwa..kamipun berpikir untuk memberimu satu nama lagi. Fatih, nama itu yang dipilih ayahmu. Jadilah namamu Fatih Najwa, yang bermakna Najwa sang pembuka, yang memulai. Kau adalah anak pertama kami, hadiah dari Sang Maha Pemberi.
Kau lah yang akan membuka lembaran baru bagi kami
Yang akan memulaikan hari-hari dengan pendar cahayamu
Lebih dari sekedar lentera
Kau adalah bintang dihati kami
Najwa...panggil kami Ayah dan Bunda, sepasang manusia yang tertatih membangun masa depanmu. Kita bertiga adalah satu. Mungkin akan ada najwa-najwa yang lain, semuanya bagaikan bintang..penyinar hati kami.
Walaupun sekarang kau belum lagi berwujud, namun setiap gerakmu adalah pemacu semangat kami. Seperti pada setiap malam, saat kami berkongsi cerita denganmu, kami tahu kau mendengar suara kami. Ada saatnya kau gerakkan kakimu, dan membuat perutku sedikit bergelombang. Lalu, kami pun berlomba untuk dapat menyentuhmu, ikut merasakan apa yang sedang kau lakukan didalam sana. Ayahmu berkata, kau pasti sedang belajar taekwondo..hmmm...kemudian aku katakan...tidak..kau pasti sedang berenang menuju dunia..:-)
Najwa...kami pun bersiap menunggu hadirmu. Sepasang kaus kaki cantik sudah kami siapkan, juga baju manis berwarna kuning untukmu. Lalu sebuah topi mungil untuk menutupi kepalamu, dan selimut hangat yang akan mendekapmu. Selamat datang nak... Dekapan ayah dan bunda akan menyambutmu memasuki dunia baru. Menangislah yang kuat, dan buat dunia tertawa karena tangismu.
Bila masa itu tiba, dengarlah bisikan kami, bahwa kami sangat menyayangimu. Tersenyumlah, dan sambutlah tangan kami yang akan memapahmu menapaki kehidupan.
Senyumanmu adalah purnama
Yang dengannya pohon-pohon berbisik
Kabarkan berita suka cita
Datangnya hadiah dari Sang Maha Baik
p/s: bundaNajwa tolong buatkan Entri Khas -menyambut Aliff- please sisihkan secuit senggang
Rabu, Januari 30, 2008
sahabatku dan anak-anak yang tidak sempat terlahir
Dia seharusnya sudah punya 3 anak. Sayangnya, semuanya meninggal ketika dalam kandungan. menikah tahun 2003, dia mengandung beberapa bulan kemudian, tapi janinnya gugur ketika berusia 2 bulan. yang kedua, meninggal ketika berusia 7 bulan, putus tali pusat, kalau hidup anaknya seusia najwa. yang ketiga, baru berusia 6 minggu, meninggal kemarin pagi.
Dia sahabatku sejak kelas 1 SMA. Kami rajin berkirim kabar via sms. Sebenarnya aku ingin meneleponnya kemarin ketika mendengar kabar duka itu. tapi setelah aku pikir lagi, ini bukanlah masa yang sesuai. alih-alih ingin menghiburnya, teleponku hanya akan membuatnya sedih. dan akhirnya, aku yang juga sensitif, pasti tidak bisa berkata-kata, menangis. duuuhhh....
aku hanya membalas sms-nya dengan satu kalimat yang kurasa bijak. "semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada kalian berdua." tidak tahu apakah kata-kataku cukup menghiburnya. yang jelas, dalam sms-nya dia mengaduh "Ya Allah, sungguh berat cobaan ini." Kehilangan 3 calon anak tentu saja membuat temanku terpukul. Entah apa yang salah dengan kandungannya, sehingga umur anak-anaknya begitu pendek.
sahabatku mengeluh. betapa susahnya mendapatkan anak dari rahim sendiri.
entahlah, akupun gagal memahami rahasia Tuhan.
banyak orang yang tidak menginginkan janin tumbuh dalam rahimnya sehingga berusaha membunuhnya dengan berbagai cara. atau jika janin itupun membesar kemudian lahir, dibuangnya anak itu ke tempat sampah, atau bahkan ada yang dikubur hidup-hidup. naudzubillah. sebagian manusia lain yang kurang begitu beruntung dalam penghidupannya, justru beranak pinak setiap tahun sehingga bilangannya melebihi lima jari tangan. sementara sahabatku yang Insya Allah siap lahir batin, justru berulangkali gagal.
aku ingin mengatakan pada sahabatku bahwa ini ujian Allah, tapi rasanya terlalu klise. aku kehilangan kata-kata untuk menghiburnya.
Dia sahabatku sejak kelas 1 SMA. Kami rajin berkirim kabar via sms. Sebenarnya aku ingin meneleponnya kemarin ketika mendengar kabar duka itu. tapi setelah aku pikir lagi, ini bukanlah masa yang sesuai. alih-alih ingin menghiburnya, teleponku hanya akan membuatnya sedih. dan akhirnya, aku yang juga sensitif, pasti tidak bisa berkata-kata, menangis. duuuhhh....
aku hanya membalas sms-nya dengan satu kalimat yang kurasa bijak. "semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada kalian berdua." tidak tahu apakah kata-kataku cukup menghiburnya. yang jelas, dalam sms-nya dia mengaduh "Ya Allah, sungguh berat cobaan ini." Kehilangan 3 calon anak tentu saja membuat temanku terpukul. Entah apa yang salah dengan kandungannya, sehingga umur anak-anaknya begitu pendek.
sahabatku mengeluh. betapa susahnya mendapatkan anak dari rahim sendiri.
entahlah, akupun gagal memahami rahasia Tuhan.
banyak orang yang tidak menginginkan janin tumbuh dalam rahimnya sehingga berusaha membunuhnya dengan berbagai cara. atau jika janin itupun membesar kemudian lahir, dibuangnya anak itu ke tempat sampah, atau bahkan ada yang dikubur hidup-hidup. naudzubillah. sebagian manusia lain yang kurang begitu beruntung dalam penghidupannya, justru beranak pinak setiap tahun sehingga bilangannya melebihi lima jari tangan. sementara sahabatku yang Insya Allah siap lahir batin, justru berulangkali gagal.
aku ingin mengatakan pada sahabatku bahwa ini ujian Allah, tapi rasanya terlalu klise. aku kehilangan kata-kata untuk menghiburnya.
Selasa, Januari 29, 2008
Pandeglang di Caping GM
Slamet adalah sebuah teriakan, ketika ia bunuh diri pada umur 48. Mungkin kota Pandeglang mendengarnya. Mungkin Banten dan Jakarta mendengarnya. Tapi hanya 10 menit.
Segera setelah itu, teriakan itu lenyap. Slamet hilang. Ia kembali jadi noktah yang melintas tipis pada layar radar, seperti berjuta-juta titik lain yang diabaikan. Jakarta sibuk. Tuan-tuan sibuk: tuan-tuan berbaris membesuk Suharto, sang patriakh yang gering terbaring di rumah sakit itu, dan dengan tekun tuan-tuan mengikuti naik-turun tekanan darahnya, menyimak jantung dan paru-parunya, berkomat-kamit membaca doa untuknya, dan berseru, makin lama makin keras, maafkan dia, maafkan dia …
Tentu, semua itu karena tuan-tuan orang yang beradab. Tapi tak ada peradaban yang tak berdiri di atas pengakuan bahwa ada mala yang besar, (meskipun tak disebut sebagai dosa), ketika di luar pintu seseorang rubuh, tertindih, hilang harap — dan kita tak menolongnya.
Slamet adalah indikator negatif peradaban.
Lelaki ini seorang pedagang yang tekun, meskipun tetap miskin. Sejak 1993 dengan angkringannya ia jajakan gorengan singkong, tahu, tempe, dan pisang di sekitar jalan Ahmad Yani di Pandeglang. Ia pernah yakin hidup akan lebih baik setelah ia berhenti bekerja di sebuah pom-bensin. Mula-mula memang ada harapan: ia bisa memperoleh untung sedikit sedikit. Kata isterinya, Nuriah, Slamet dapat membawa laba sampai Rp 20 ribu sehari.
klik ENTRI PENUH
Segera setelah itu, teriakan itu lenyap. Slamet hilang. Ia kembali jadi noktah yang melintas tipis pada layar radar, seperti berjuta-juta titik lain yang diabaikan. Jakarta sibuk. Tuan-tuan sibuk: tuan-tuan berbaris membesuk Suharto, sang patriakh yang gering terbaring di rumah sakit itu, dan dengan tekun tuan-tuan mengikuti naik-turun tekanan darahnya, menyimak jantung dan paru-parunya, berkomat-kamit membaca doa untuknya, dan berseru, makin lama makin keras, maafkan dia, maafkan dia …
Tentu, semua itu karena tuan-tuan orang yang beradab. Tapi tak ada peradaban yang tak berdiri di atas pengakuan bahwa ada mala yang besar, (meskipun tak disebut sebagai dosa), ketika di luar pintu seseorang rubuh, tertindih, hilang harap — dan kita tak menolongnya.
Slamet adalah indikator negatif peradaban.
Lelaki ini seorang pedagang yang tekun, meskipun tetap miskin. Sejak 1993 dengan angkringannya ia jajakan gorengan singkong, tahu, tempe, dan pisang di sekitar jalan Ahmad Yani di Pandeglang. Ia pernah yakin hidup akan lebih baik setelah ia berhenti bekerja di sebuah pom-bensin. Mula-mula memang ada harapan: ia bisa memperoleh untung sedikit sedikit. Kata isterinya, Nuriah, Slamet dapat membawa laba sampai Rp 20 ribu sehari.
klik ENTRI PENUH
Jumaat, Januari 25, 2008
Dari "Sang Pemimpi"
Nurmala menjadi genit,"Oke, tapi jangan bilang ada salam dari gue"
Gue? Anak Melayu bilang gue? Sungguh besar tuntutan pergaulan. Beberapa orang sampai harus kehilangan identitas.
"Dibayar berapa loe ama Arai untuk jadi public relationnya begitu?
Ah. Ah. Aku senang pembicaraan seperti dalam buku pop literature ini. Barangkali setelah ini ia akan menanyakan : Arai sudah punya pacar blom? atau kapan elo terakhir ketemu doski?
Dan perutku melilit.
"Kapan sih elo ketemu doi lagi?"
-----------
Diatas adalah petikan dari novel "Sang Pemimpi" Andrea Hirata, penulis Indonesia kelahiran Belitong, sebuah pulau di selat Karimata, yang dulu masuk dalam wilayah Sumatera Selatan. Percakapan antara Zakiah Nurmala dan Ikal. Inilah bagian dari buku ini yang sempat membuatku tertawa. Menertawakan diri sendiri tepatnya. Merasa tersindir oleh sang penulis.
Zakiah Nurmala adalah kawan SMA Arai dan Ikal. Mereka bertemu kembali di Universitas Indonesia, Jakarta. Sebagai orang "daerah", sebutan yang biasa kita pakai untuk orang dari luar Jakarta, Ikal merasa ganjil ketika Nurmala berbicara dalam bahasa gaul Jakarta. Dan perutku melilit. Mungkin terasa geli seseorang tiba-tiba harus merubah gaya bahasanya semata-mata karena tinggal di Jakarta. Tuntutan pergaulan, booo!!!
Teringat diri sendiri :D.
Siapapun orang yang pernah menginjakkan kaki ditanah Jakarta, kesannya kurang gaul kalau tidak memakai kata "loe gue" sebagai kata ganti "kamu saya". Kosa kata ini bukan lagi milik minoritas Betawi, tapi sudah menjadi bahasa wajib orang-orang yang ingin dianggap "bergaul".
Begitulah. Akupun seperti itu. Duluuuu....Sebagai gadis Sunda kampung, merantau ke Jakarta, rasanya bangga bisa ber-elo gue dengan teman-teman, yang juga sama-sama dari berbagai kampung dipelosok Indonesia. Terasa lucu ketika dialek bahasa daerahnya masih kentara, tapi memaksakan diri ber-elo gue. semata-mata karena tuntutan pergaulan.
Tiba-tiba aku merasa "derajatku" naik ketika berbicara dalam bahasa gaul Jakarta. Tak peduli kalau menu makan siang beli di warteg pinggir comberan, yang penting aku kini orang Jakarta, berbahasa Jakarta dengan taburan bahasa slank disana-sini. Tak peduli apakah kosakata itu masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau tidak. Tak peduli kalau aku bukanlah orang yang lahir dan dibesarkan di Jakarta, yang memang tidak berbahasa seperti itu ketika mulai bisa bicara.
Itulah potret sebagian dari kita. Terutama sekali orang kampung seperti aku. Ngaku deeehhh... Orang-orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan karenanya harus men-transformasikan dirinya menjadi sesuatu yang lain untuk dapat diterima dalam sebuah komunitas.
Beberapa orang sampai harus kehilangan identitas.
Jakarta memang merubah segalanya. Ini cerita betul. Syahdan, ada seorang perempuan dari kampung tetangga bekerja sebagai pembantu rumah di Jakarta. Suatu hari dibulan puasa, dia pulang dengan memakai kacamata hitam, rambut dikeriting, bercelana jeans ketat dengan t-shirt yang juga ketat, naik ojek menuju rumahnya. Sampai dikampungku, dia berhenti, dan bertanya tanpa membuka kacamata hitamnya, kepada orang yang tengah berkumpul diwarung. Dia menanyakan arah jalan menuju kampungnya. Beberapa orang terpana. Sebagian mengenali si penanya. Dan meledaklah tawa orang-orang disitu.
Hanya karena merantau ke Jakarta, yang hanya berjarak 100 km dari kampungku, seseorang bisa lupa letak kampungnya (mungkin karena dia memakai kacamata hitam). Dan sangat mungkin sekali diapun telah lupa akan bahasa ibundanya, berganti menjadi "loe gue" bahkan ketika berbicara dengan teman dari kampung sendiri. Menggelikan.
Gue? Anak Melayu bilang gue? Sungguh besar tuntutan pergaulan. Beberapa orang sampai harus kehilangan identitas.
"Dibayar berapa loe ama Arai untuk jadi public relationnya begitu?
Ah. Ah. Aku senang pembicaraan seperti dalam buku pop literature ini. Barangkali setelah ini ia akan menanyakan : Arai sudah punya pacar blom? atau kapan elo terakhir ketemu doski?
Dan perutku melilit.
"Kapan sih elo ketemu doi lagi?"
-----------
Diatas adalah petikan dari novel "Sang Pemimpi" Andrea Hirata, penulis Indonesia kelahiran Belitong, sebuah pulau di selat Karimata, yang dulu masuk dalam wilayah Sumatera Selatan. Percakapan antara Zakiah Nurmala dan Ikal. Inilah bagian dari buku ini yang sempat membuatku tertawa. Menertawakan diri sendiri tepatnya. Merasa tersindir oleh sang penulis.
Zakiah Nurmala adalah kawan SMA Arai dan Ikal. Mereka bertemu kembali di Universitas Indonesia, Jakarta. Sebagai orang "daerah", sebutan yang biasa kita pakai untuk orang dari luar Jakarta, Ikal merasa ganjil ketika Nurmala berbicara dalam bahasa gaul Jakarta. Dan perutku melilit. Mungkin terasa geli seseorang tiba-tiba harus merubah gaya bahasanya semata-mata karena tinggal di Jakarta. Tuntutan pergaulan, booo!!!
Teringat diri sendiri :D.
Siapapun orang yang pernah menginjakkan kaki ditanah Jakarta, kesannya kurang gaul kalau tidak memakai kata "loe gue" sebagai kata ganti "kamu saya". Kosa kata ini bukan lagi milik minoritas Betawi, tapi sudah menjadi bahasa wajib orang-orang yang ingin dianggap "bergaul".
Begitulah. Akupun seperti itu. Duluuuu....Sebagai gadis Sunda kampung, merantau ke Jakarta, rasanya bangga bisa ber-elo gue dengan teman-teman, yang juga sama-sama dari berbagai kampung dipelosok Indonesia. Terasa lucu ketika dialek bahasa daerahnya masih kentara, tapi memaksakan diri ber-elo gue. semata-mata karena tuntutan pergaulan.
Tiba-tiba aku merasa "derajatku" naik ketika berbicara dalam bahasa gaul Jakarta. Tak peduli kalau menu makan siang beli di warteg pinggir comberan, yang penting aku kini orang Jakarta, berbahasa Jakarta dengan taburan bahasa slank disana-sini. Tak peduli apakah kosakata itu masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau tidak. Tak peduli kalau aku bukanlah orang yang lahir dan dibesarkan di Jakarta, yang memang tidak berbahasa seperti itu ketika mulai bisa bicara.
Itulah potret sebagian dari kita. Terutama sekali orang kampung seperti aku. Ngaku deeehhh... Orang-orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan karenanya harus men-transformasikan dirinya menjadi sesuatu yang lain untuk dapat diterima dalam sebuah komunitas.
Beberapa orang sampai harus kehilangan identitas.
Jakarta memang merubah segalanya. Ini cerita betul. Syahdan, ada seorang perempuan dari kampung tetangga bekerja sebagai pembantu rumah di Jakarta. Suatu hari dibulan puasa, dia pulang dengan memakai kacamata hitam, rambut dikeriting, bercelana jeans ketat dengan t-shirt yang juga ketat, naik ojek menuju rumahnya. Sampai dikampungku, dia berhenti, dan bertanya tanpa membuka kacamata hitamnya, kepada orang yang tengah berkumpul diwarung. Dia menanyakan arah jalan menuju kampungnya. Beberapa orang terpana. Sebagian mengenali si penanya. Dan meledaklah tawa orang-orang disitu.
Hanya karena merantau ke Jakarta, yang hanya berjarak 100 km dari kampungku, seseorang bisa lupa letak kampungnya (mungkin karena dia memakai kacamata hitam). Dan sangat mungkin sekali diapun telah lupa akan bahasa ibundanya, berganti menjadi "loe gue" bahkan ketika berbicara dengan teman dari kampung sendiri. Menggelikan.
Jumaat, Januari 18, 2008
antara nenek dan cucu
beginilah kalau nenek dan cucu berbeda bangsa dan negara :D
suatu sore, aku, najwa dan nenek sedang duduk2 nonton tv. aliff tidur.
terus ibuku bilang :
"adek aliff cakep, wawa cantik"
najwa protes : "adek tidur lah, dia tak cakap"
ibuku bilang lagi : "iya, adek aliff cakep, wawa cantik"
najwa marah-marah, sambil menendang aliff. duuuhhh...untung pelan tendangannya.
"iiiihhhh....adek tidur, dia tak cakap. dia kecil lagi"
mula-mula aku tak faham kenapa najwa protes. rupanya...
"ooo...maksud nenek cakep tu handsome wa... bukan cakap,"kataku pada najwa. tapi otak 2.5 tahunnya belum memahaminya.
terus aku bilang ke ibu "najwa marah karena ibu bilang adek cakep (handsome), dikiranya cakap (bicara)..."
ibuku tergelak. oooo...pantesan dia marah-marah... karena adek tidur, bukannya sedang bercakap :D
suatu sore, aku, najwa dan nenek sedang duduk2 nonton tv. aliff tidur.
terus ibuku bilang :
"adek aliff cakep, wawa cantik"
najwa protes : "adek tidur lah, dia tak cakap"
ibuku bilang lagi : "iya, adek aliff cakep, wawa cantik"
najwa marah-marah, sambil menendang aliff. duuuhhh...untung pelan tendangannya.
"iiiihhhh....adek tidur, dia tak cakap. dia kecil lagi"
mula-mula aku tak faham kenapa najwa protes. rupanya...
"ooo...maksud nenek cakep tu handsome wa... bukan cakap,"kataku pada najwa. tapi otak 2.5 tahunnya belum memahaminya.
terus aku bilang ke ibu "najwa marah karena ibu bilang adek cakep (handsome), dikiranya cakap (bicara)..."
ibuku tergelak. oooo...pantesan dia marah-marah... karena adek tidur, bukannya sedang bercakap :D
mereka yang telah pergi
namanya novita amalia. kami biasa memanggilnya novi. dia teman sekelasku ketika kelas 1 SMA (sekolah menengah atas) di pandeglang. orangnya cantik, periang, mudah bergaul, walaupun prestasi akademiknya biasa-biasa saja. terakhir bertemu dia tahun 2004, sebelum aku menikah, dipasar pandeglang. wajahnya pucat, nampak kurus, tapi aku sama sekali tidak tahu kalau dia tengah sakit keras. kanser leher rahim. bukan penyakit sembarangan.
aku baru tahu kalau dia sakit awal 2007. ketika bulan februari aku pulang ke pandeglang, aku sudah berniat untuk menengoknya. tapi apa daya, kesibukan mengunjungi sanak saudara dan urusan pekerjaan membuat niatku tidak terlaksana. pertengahan Juli 2007, temanku yang tinggal di Qatar pulang ke Pandeglang dan dia bersama teman2 SMA berinisiatif untuk mengumpulkan dana membantu biaya pengobatan novi. penghujung juli, kabar duka itu datang juga. lewat SMS, seorang teman di jakarta menyampaikan kabar itu. segera kukonfirmasi dengan teman2 di pandeglang, yang malangnya malah tidak tahu kalau novi telah pergi.
aku dalam perjalanan pulang ke Kelantan ketika itu. aku bersedih. aku menyesal. menyesal karena tidak dapat menziarahinya ketika dia hidup. menyesal karena tidak sempat memegang tangannya, menguatkan hatinya.
seorang lagi temanku, Ervina namanya. aku mengenalnya ketika sama-sama belajar bahasa arab di Al-manar utan kayu Jakarta. mula-mula mengenalnya aku sempat ragu-ragu. mengingat jilbabku yang ukurannya cuma separuh jilbab dia yang panjang menyentuh lutut....dan bercadar!!! aku merasa tidak pantas berteman dengannya. maklumlah, tidak ada seorangpun temanku yang bercadar. jadi pandanganku tentang perempuan bercadar pun sangat stereo type, keras, fanatik, berilmu agama tinggi, tidak bisa tertawa, kaku. ternyata aku salah. Ervina adalah seorang kawan yang menyenangkan. periang, suka bergurau. aku ingat ketika waktu maghrib tiba, dan kami sama-sama berwudhu, aku mencuri-curi pandang kearahnya hanya untuk mengetahui seperti apa wajahnya. perempuan bercadar bagiku mempunyai daya tarik tersendiri, hanya dengan melihat matanya.
diusia 20 tahun dia sudah menikah. mempunyai 1 orang anak. kemudian tahun ke-3 pernikahannya, dia mengandung lagi. anaknya kembar perempuan. disitulah maut merenggutnya. menurut suaminya yang memberi kabar via sms, ervina meninggal karena kehilangan banyak darah ketika melahirkan melalui bedah caesar. ketika itu tanggal 9 november 2006.
berita yang sama sekali tak kuduga. siapa menyangka umurnya sependek itu? segera perasaan bersalah mengusik hatiku. beberapa kali dia meneleponku setelah aku tinggal di malaysia. tapi aku tidak pernah berhasil menghubunginya. nomor telepon rumahnya, entah kenapa tidak pernah bisa dihubungi. nomor handphonenya, yang aku tahu, selalu berganti.
penyesalan selalu datang dibelakang. masih terkenang suara riangnya ketika meneleponku. walau sebentar tapi sangat berarti bagiku. karena hanya dia temanku yang menghubungiku selain teman2 kantor. beruntung suaminya mengenalku walaupun kami tidak pernah bertemu secara langsung. aku membalas smsnya, turut bersedih atas kepulangannya, dan mendoakan arwahnya dicucuri rahmat. bukankah orang yang meninggal ketika melahirkan anak adalah syahid?
orang ketiga yang aku kenal dan mati muda adalah seorang kawan kepada adik iparku. namanya Eeng, lelaki berusia dibawah 25 tahun. aku tidak mengenalnya secara dekat, cuma karena dia sering datang kerumah, kami sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. sama seperti novi dan ervin, aku juga tidak percaya kalau eeng secepat itu pergi. dia meninggal ketika membonceng motor dengan temannya, mati ditempat dihajar minibus elf yang memang tidak mempunyai adab memandu dijalan raya.
begitulah. kehidupan datang dan pergi. kita tidak tahu kapan giliran kita akan tiba. sudah cukupkah bekal yang kita siapkan? aku? bekalku kosong...!!!
aku baru tahu kalau dia sakit awal 2007. ketika bulan februari aku pulang ke pandeglang, aku sudah berniat untuk menengoknya. tapi apa daya, kesibukan mengunjungi sanak saudara dan urusan pekerjaan membuat niatku tidak terlaksana. pertengahan Juli 2007, temanku yang tinggal di Qatar pulang ke Pandeglang dan dia bersama teman2 SMA berinisiatif untuk mengumpulkan dana membantu biaya pengobatan novi. penghujung juli, kabar duka itu datang juga. lewat SMS, seorang teman di jakarta menyampaikan kabar itu. segera kukonfirmasi dengan teman2 di pandeglang, yang malangnya malah tidak tahu kalau novi telah pergi.
aku dalam perjalanan pulang ke Kelantan ketika itu. aku bersedih. aku menyesal. menyesal karena tidak dapat menziarahinya ketika dia hidup. menyesal karena tidak sempat memegang tangannya, menguatkan hatinya.
seorang lagi temanku, Ervina namanya. aku mengenalnya ketika sama-sama belajar bahasa arab di Al-manar utan kayu Jakarta. mula-mula mengenalnya aku sempat ragu-ragu. mengingat jilbabku yang ukurannya cuma separuh jilbab dia yang panjang menyentuh lutut....dan bercadar!!! aku merasa tidak pantas berteman dengannya. maklumlah, tidak ada seorangpun temanku yang bercadar. jadi pandanganku tentang perempuan bercadar pun sangat stereo type, keras, fanatik, berilmu agama tinggi, tidak bisa tertawa, kaku. ternyata aku salah. Ervina adalah seorang kawan yang menyenangkan. periang, suka bergurau. aku ingat ketika waktu maghrib tiba, dan kami sama-sama berwudhu, aku mencuri-curi pandang kearahnya hanya untuk mengetahui seperti apa wajahnya. perempuan bercadar bagiku mempunyai daya tarik tersendiri, hanya dengan melihat matanya.
diusia 20 tahun dia sudah menikah. mempunyai 1 orang anak. kemudian tahun ke-3 pernikahannya, dia mengandung lagi. anaknya kembar perempuan. disitulah maut merenggutnya. menurut suaminya yang memberi kabar via sms, ervina meninggal karena kehilangan banyak darah ketika melahirkan melalui bedah caesar. ketika itu tanggal 9 november 2006.
berita yang sama sekali tak kuduga. siapa menyangka umurnya sependek itu? segera perasaan bersalah mengusik hatiku. beberapa kali dia meneleponku setelah aku tinggal di malaysia. tapi aku tidak pernah berhasil menghubunginya. nomor telepon rumahnya, entah kenapa tidak pernah bisa dihubungi. nomor handphonenya, yang aku tahu, selalu berganti.
penyesalan selalu datang dibelakang. masih terkenang suara riangnya ketika meneleponku. walau sebentar tapi sangat berarti bagiku. karena hanya dia temanku yang menghubungiku selain teman2 kantor. beruntung suaminya mengenalku walaupun kami tidak pernah bertemu secara langsung. aku membalas smsnya, turut bersedih atas kepulangannya, dan mendoakan arwahnya dicucuri rahmat. bukankah orang yang meninggal ketika melahirkan anak adalah syahid?
orang ketiga yang aku kenal dan mati muda adalah seorang kawan kepada adik iparku. namanya Eeng, lelaki berusia dibawah 25 tahun. aku tidak mengenalnya secara dekat, cuma karena dia sering datang kerumah, kami sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. sama seperti novi dan ervin, aku juga tidak percaya kalau eeng secepat itu pergi. dia meninggal ketika membonceng motor dengan temannya, mati ditempat dihajar minibus elf yang memang tidak mempunyai adab memandu dijalan raya.
begitulah. kehidupan datang dan pergi. kita tidak tahu kapan giliran kita akan tiba. sudah cukupkah bekal yang kita siapkan? aku? bekalku kosong...!!!
Khamis, Januari 17, 2008
pantang
repotnya setelah melahirkan.
seawal pagi lagi sudah harus minum air perahan kunyit yang ditumbuk dengan daun papaya dicampur sedikit madu. rasanya? jangan tanya. didepanku harus terhidang segelas milo dan sepotong kue untuk menghilangkan rasa kelat yang tertinggal ditenggorokan.
kemudian ritual lainnya adalah berbengkung dengan terlebih dahulu mengoleskan param yang dicampur dengan beras kencur. memang terasa hangat diperut. tapi cukup meyiksa memakai bengkung yang diikat diperut. susah mau buang air kecil!!!!
menu makan? tempe tahu dan sayur bening!!!! mula-mula terasa biasa saja makan dengan 2 jenis lauk dari kacang soya itu. lama-lama aku mulai protes. bosan!!! makan ikan laut sama sekali dilarang. yang melarang? tentu saja ibuku, the master dalam hal melahirkan mengingat beliau sudah berpengalaman melahirkan 9 anak dan mengurus lebih 20 cucu!!!. alasannya? ikan laut bikin gatal.
makan buah? jeruk atau limau dilarang. takut kena demam katanya. buah-buahan lain pun sama saja.yang boleh cuma sayur-sayuran. itu pun dimasak sayur bening.
yang lucu kadang-kadang versi antara orang tua ini berbeda. waktu ibu mertuaku datang, dia bilang boleh makan ikan asalkan dibakar. that's right!! sebab waktu melahirkan najwa pun aku tiap hari makan ikan, dan teori bahwa makan ikan bisa menyebabkan gatal-gatal, absolutely wrong, tidak terbukti. mungkin sih ada beberapa jenis ikan seperti udang, ikan tongkol yang sebagian orang alergi dan menyebabkan gatal. tapi tidak untuk ikan selar, kembung, cencaru dan beberapa ikan friendly lainnya.
ayam? ibuku boleh. ibu mertuaku bilang ayam juga bikin gatal. tapi setelah beberapa hari ini makan ayam bakar, teori itupun berhasil dipatahkan :D aku tidak mengalami kegatalan dibagian tubuh manapun.
sayuran. ibuku boleh memakan sayuran apapun asal dimasak sayur bening. ibu mertuaku pantang untuk labu siam (labu kecil hijau) dan kacang panjang. menyebabkan angin katanya. padahal dimenu sayur bening bayam ibuku selalu ada 2 jenis sayur itu. and i am fine fine saja sampai sekarang.
buah. ibu mertuaku boleh aku makan limau dan buah-buahan lain. ibuku strictly melarang. kenyataannya sehari selepas bersalin aku menghabiskan 3 butir limau mandarin, untuk membantu melancarkan buang air besar, dan terbukti manjur. teori demam ibuku jika makan limau sama sekali tidak terbukti.
tapi aku juga tidak berani terang-terangan membantah semua teori itu. kalau makan limau aku sembunyi dari penglihatan ibuku. jangan sampai beliau tahu. hehehe...bisa berkerut keningnya dan jadi pembicaraan hangat kalau ibu pulang nanti...
menurut aku, semua pantang-pantang itu kadang tidak berdasar dan cenderung menyesatkan. seorang ibu yang habis bersalin memerlukan banyak tambahan makanan berkhasiat untuk memulihkan kesehatan dan terutama untuk menyusui bayi. kalau makan ikan ayam dilarang, darimana ibu akan mendapatkan sumber protein untuk bayinya? begitu juga dengan buah dan sayur yang banyak mengandung sumber vitamin. kalau pantangnya dilarang makan keripik, coklat atau biskuit sih aku maklum dan boleh terima alasannya.
semua pantang itu kedengaran tidak ilmiah. tapi mana mau orang tua didebat soal ilmiah dan tidak ilmiah. semuanya hanya berdasarkan kepercayaan turun temurun dan cenderung tidak masuk akal. orang zaman sekarang sudah jauh lebih maju dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber dengan mudah. mungkin tergantung kita mau atau tidak menuruti semua pantang itu. kita dikaruniai akal untuk berfikir dan menyaring semua informasi dengan bijak. bukan begitu, Kawan????
seawal pagi lagi sudah harus minum air perahan kunyit yang ditumbuk dengan daun papaya dicampur sedikit madu. rasanya? jangan tanya. didepanku harus terhidang segelas milo dan sepotong kue untuk menghilangkan rasa kelat yang tertinggal ditenggorokan.
kemudian ritual lainnya adalah berbengkung dengan terlebih dahulu mengoleskan param yang dicampur dengan beras kencur. memang terasa hangat diperut. tapi cukup meyiksa memakai bengkung yang diikat diperut. susah mau buang air kecil!!!!
menu makan? tempe tahu dan sayur bening!!!! mula-mula terasa biasa saja makan dengan 2 jenis lauk dari kacang soya itu. lama-lama aku mulai protes. bosan!!! makan ikan laut sama sekali dilarang. yang melarang? tentu saja ibuku, the master dalam hal melahirkan mengingat beliau sudah berpengalaman melahirkan 9 anak dan mengurus lebih 20 cucu!!!. alasannya? ikan laut bikin gatal.
makan buah? jeruk atau limau dilarang. takut kena demam katanya. buah-buahan lain pun sama saja.yang boleh cuma sayur-sayuran. itu pun dimasak sayur bening.
yang lucu kadang-kadang versi antara orang tua ini berbeda. waktu ibu mertuaku datang, dia bilang boleh makan ikan asalkan dibakar. that's right!! sebab waktu melahirkan najwa pun aku tiap hari makan ikan, dan teori bahwa makan ikan bisa menyebabkan gatal-gatal, absolutely wrong, tidak terbukti. mungkin sih ada beberapa jenis ikan seperti udang, ikan tongkol yang sebagian orang alergi dan menyebabkan gatal. tapi tidak untuk ikan selar, kembung, cencaru dan beberapa ikan friendly lainnya.
ayam? ibuku boleh. ibu mertuaku bilang ayam juga bikin gatal. tapi setelah beberapa hari ini makan ayam bakar, teori itupun berhasil dipatahkan :D aku tidak mengalami kegatalan dibagian tubuh manapun.
sayuran. ibuku boleh memakan sayuran apapun asal dimasak sayur bening. ibu mertuaku pantang untuk labu siam (labu kecil hijau) dan kacang panjang. menyebabkan angin katanya. padahal dimenu sayur bening bayam ibuku selalu ada 2 jenis sayur itu. and i am fine fine saja sampai sekarang.
buah. ibu mertuaku boleh aku makan limau dan buah-buahan lain. ibuku strictly melarang. kenyataannya sehari selepas bersalin aku menghabiskan 3 butir limau mandarin, untuk membantu melancarkan buang air besar, dan terbukti manjur. teori demam ibuku jika makan limau sama sekali tidak terbukti.
tapi aku juga tidak berani terang-terangan membantah semua teori itu. kalau makan limau aku sembunyi dari penglihatan ibuku. jangan sampai beliau tahu. hehehe...bisa berkerut keningnya dan jadi pembicaraan hangat kalau ibu pulang nanti...
menurut aku, semua pantang-pantang itu kadang tidak berdasar dan cenderung menyesatkan. seorang ibu yang habis bersalin memerlukan banyak tambahan makanan berkhasiat untuk memulihkan kesehatan dan terutama untuk menyusui bayi. kalau makan ikan ayam dilarang, darimana ibu akan mendapatkan sumber protein untuk bayinya? begitu juga dengan buah dan sayur yang banyak mengandung sumber vitamin. kalau pantangnya dilarang makan keripik, coklat atau biskuit sih aku maklum dan boleh terima alasannya.
semua pantang itu kedengaran tidak ilmiah. tapi mana mau orang tua didebat soal ilmiah dan tidak ilmiah. semuanya hanya berdasarkan kepercayaan turun temurun dan cenderung tidak masuk akal. orang zaman sekarang sudah jauh lebih maju dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber dengan mudah. mungkin tergantung kita mau atau tidak menuruti semua pantang itu. kita dikaruniai akal untuk berfikir dan menyaring semua informasi dengan bijak. bukan begitu, Kawan????
Langgan:
Catatan (Atom)





