Rabu, Oktober 08, 2008

tangis anak-anakku

Ini pertamakalinya saya tinggalkan aliff dan najwa dibawah jagaan orang lain. Berat rasanya hati, apalagi waktu saya tinggalkan mereka menangis meraung-raung. Apalagi najwa, naik ke pintu grill memanggil-manggil dalam tangisnya. Bunda..bunda..bunda.. Tapi saya kuatkan hati. Bismillah...ini permulaan saja. Nanti lama-lama mereka akan biasa.

Sebenarna najwa saya masukkkan TADIKA, taman didikan kanak-kanak, TK kalau di Indonesia. Tapi karena dia menangis, jadi saya masukkan nursery dulu bersama Aliff. Mungkin akan baik2 saja kalau dengan adiknya.

Keputusan ini saya ambil setelah berpikir lama. Najwa karena sudah besar, saya ingin dia sekolah biar bisa berteman. Dilingkungan rumah kami tidak ada teman untuk dia. Semua main didalam rumah. Sementara Aliff, atas pertimbangan kerja saya yang semakin menumpuk kebelakangan ini. Saya tidak bisa lagi fokus bekerja sambil menjaga anak. Berkali-kali boss saya telepon dan aliff menangis. Saya merasa tidak enak, pembicaraan jadi terganggu.

Saya pun merasa tidak bisa mengerjakan semua sendiri dalam waktu yang bersamaan. Saya harus bekerja, menjaga anak, membersihkan rumah, memasak, dan lain-lain pekerjaan. Suami saya pulang jam 6 sore. Malam saya sudah capek, kadang tidak sempat memperhatikan diri sendiri. Setiap hari begitu, bahkan sabtu minggu saya masih dituntut bekerja beberapa jam. Semua ini menjadi beban buat saya, kadang merasa sedikit tertekan. Dan akhirnya keputusan mengantar aliff dan najwa ke nursery diambil. Tidak lama, jam 1 saya ambil kembali. Karena setelah jam makan siang kerja saya sudah berkurang.

Saya sendiri dirumah sekarang. Masih terngiang tangis aliff dan najwa. Saya ingin memulakan hidup yang baru, yang lebih teratur. Saya pikir ini juga baik untuk diri saya, untuk keluarga saya. Setelah mereka pulang, saya punya lebih banyak waktu yang berkualitas untuk mereka. Karena biasanya walaupun mereka 24 jam bersama saya, saya tidak bisa benar2 menjaga mereka. Perhatian saya terbelah. Pada kerja, pada rumah, pada anak. Ah, tidak semuanya bisa saya rengkuh semua dalam waktu bersamaan.

Isnin, Oktober 06, 2008

Kembali bekerja

Pekerjaan ini memang terlalu menuntut. Baru saja saya menjejakkan kaki dirumah setelah menempuh 13 jam perjalanan dari Kelantan ke Johor, telepon berdering. Boss telepon, minta saya membantu kerja yang dia handle selama kami berlibur. Hoaaahhhh...kepala saya masih pusing, kaki belum lagi lurus, barang2 belum diangkat dari mobil, anak-anak menangis kelelahan, suami tewas tertidur setelah menyetir dari jam 9.30 malam sampai 11 pagi. Terpaksa saya hidupkan komputer, terkoneksi ke alam maya setelah lebih seminggu saya tidak melayari internet.

Libur lebaran satu minggu kemarin memang saya tidak dibebani pekerjaan. Alhamdulillah. Tentram juga tidak ada gangguan. Biasanya, saya tidak bisa benar2 bebas dari kerja walaupun liburan. Sekarang, setelah libur habis, kembali semuanya menantang saya untuk dibereskan. Lihat rumah saya, berantakan dari depan ke belakang, menunggu dibereskan. Baju-baju kotor dalam tas belum dikeluarkan. Saya sakit kepala. Pekerjaan seperti biasa menanti. Anak-anak minta perhatian. Kepala saya berdenyut.

Selamat bekerja kembali untuk semua yang baru kembali dari berlibur. Tak lupa, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MAAF LAHIR BATIN.

Ayo gembira!!!! I LIKE MONDAY....

Ahad, Ogos 31, 2008

Marhaban Ya Ramadhan

Kepada semua sahabat, teman dan pengunjung blog ini, saya ucapkan "Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita dibulan suci ini diterima oleh Allah. Amin"

p.s : yang punya blog banyak kerjaan. hehe. so kegiatan blogging-nya istirahat dulu.

Jumaat, Ogos 01, 2008

najwa bertanya

Ketika sedang menonton berita TV yang menayangkan korban taufan nargis di Myanmar, tiba2 najwa bertanya :

:bunda, orang-orang itu kenapa?
:oh, mereka kena badai, nak..
:kenapa mereka kena badai?
:Allah turunkan badai pada mereka
:kenapa Allah turunkan badai?

uhukss..saya diam...

:bunda, mereka itu tak menyembah Allah ya?
aduuhh..semakin gerah. pasti najwa teringat bukunya, cerita Nabi Nuh dengan kapalnya.

:tak..sebagian mereka menyembah Allah juga. tapi Allah beri mereka ujian.
saya tidak tau apakah tepat jawaban saya untuk anak sekecil itu.

:ujian itu apa?
saya diam. lama.

:bunda, jawablah. wawa tanya nih..

aduuuhh...saya melirik pada suami.
:wawa tanya ayah ya...
Heee...saya lari kebelakang.


Begitulah najwa. Pertanyaannya semakin hari semakin banyak.
Saya suka membawa dia memasak didapur. Nanti dia tolong membubuhkan garam atau gula. Pun begitu dia merasa bangga. Wawa pandai masak, katanya. Nanti kalau wawa sudah besar, bunda buat kerja aja. Ade aliff main, wawa masak. nanti kalau sudah selesai wawa panggil bunda..bunda jom kita makan.. Hehe...itulah cita-citanya..

Sambil masak, tak henti-henti dia bertanya.
:bunda,semut suka beras tak?
:tak, semut tak makan beras
:kenapa tak makan beras
:beras tak manis, nak, semut tak suka
:kenapa beras tak manis?
:beras itu kan masih berupa biji. biar ada rasa beras harus dimasak dulu dengan air, baru ada rasa manis sedikit.

:bunda, minyak goreng asal dari mana?
:farmer tanam kelapa sawit diladang. kemudian kalau sudah masak farmer jual kelapa sawit ke kilang. nanti kilang proses kelapa sawit tu. setelah itu dipack, terus kilang akan bawa ke kedai. kedai jual ke kita.
uaahhh..panjangnya

Saya bersihkan kangkung pada wadah yang berlubang dibagian bawah.
:kenapa lubangnya kecil-kecil bunda?
:kalau besar nanti kangkungnya jatuh
:kalau kecil?
:kalau kecil, airnya saja yang jatuh
:kenapa bunda buang kangkung itu? tanyanya ketika melihat saya membuang daun2 kangkung yang sudah menguning
:ini sudah layu nak
:kenapa layu?
:sudah lama. tak boleh makan lagi
:kenapa tak boleh makan?
:vitamin sudah habis. lagi nanti ada ulat.
:kenapa ada ulat?
Aduhh emakkk..semakin dijawab semakin ditanya

saya keluarkan ikan dari dalam kulkas. di Malaysia disebut peti ais.
:kenapa bunda letak ikan dalam peti ais?
:supaya ikan tak rusak
:kenapa tak rusak?
:sebab peti ais sejuk. kalau sejuk boleh menghambat bacteria
:kalau letak diluar?
:nanti ikan rusak, jadi busuk
:kenapa busuk?
:udara diluar lembab. banyak bacteria pembusuk. understood?
:understood tu kan bahasa inggris ya. bahasa melayu apa?
:faham tak?
:bahasa indonesia?
:ngerti ngga?

Untung tak tanya bahasa Tamil apa. Hehe..
and so on and so on.
Akhirnya..
:wawa...rasanya HI 5 tengah main tu... cepat-cepat..

Waaaa..dia jerit-jerit. Lari kearah TV. 1 2 3 4 HI 5...

Aih leganya terlepas dari rentetan pertanyaan :D
Rambut Najwa panjang lhoo..:P

Ahad, Julai 06, 2008

Harga..harga...

Kemarin saya isi bensin (di Malaysia disebut minyak), sebanyak RM 50. Dapat 18.5 liter. Fiuhhh.. Bandingkan dengan sebelumnya. RM50 dapat isi 26 liter. Selisih 8 liter. Lumayan.

Beras naik juga. Bulan lalu beli beras kualiti biasa seharga Rm25.90, sekarang sudah jadi 31.50. Besar sekali kenaikannya dalam masa sebulan. Beruntung saya hanya ada 2 orang anak yang masih kecil. Bayangkan seperti tetangga saya. Lima orang anak dengan gaji bulanan kurang dari RM2000. Beras 10 kg bisa saya habiskan sebulan lebih. Kalau 5 orang anak? Seminggu barangkali.

Minyak goreng sama juga. setiap kali beli selalu berubah harganya. Naik puluhan sen, sehingga sekarang mencapai RM 14.70 untuk 5kg.

Baru tahu saya kalau harga susu pun begitu mahal. Saya memang tidak pernah beli susu formula untuk bayi dibawah setahun. Saya lihat harganya RM45 untuk 650gram merek tertentu. Rata-rata pun harganya RM30. Tak jadi beli. Lebih baik saya perbanyak produksi ASI. Lebih bermanfaat lebih sehat dan sangat hemat. Saya cuma perlu beli kacang soya (kedelai) untuk dibuat susu, kacang hijau untuk dibuat bubur, sayur bayam, sayur daun katuk, bermacam sayur untuk dibuat sayur manis. Air susu jadi bertambah banyak.

Harga memang naik gila-gilaan. Jauh sebelum harga minyak naik semua barang kebutuhan pokok sudah naik. Setelah minyak naik harga semakin melambung. Oh Tuhanku... Sehingga harga sebungkus nasi lemak bungkus daun pisang dengan sambal ikan bilis yang tak lebih dari 5 ekor, beberapa butir kacang tanah dan sepotong ikan selar kuning yang kecil, harganya RM1.6.

Tadi malam saya menonton berita. Pekerja sebuah kilang diberhentikan ramai-ramai. Ibu tunggal yang harus menghidupi beberapa anak kehilangan pendapatan. Mereka menangis. Entah bagaimana meneruskan hidup. Lagi, saya harus bersyukur dengan apa yang ada.

Sementara diatas sana. Wahai kalangan elite politik. Mereka bergaduh sesama sendiri. Tentang sesuatu yang memualkan. Sodomi. Oh my... Rakyat menjerit... Bingung dan marah pada keadaan.

Orang2 elite itu...walaupun katanya mereka difitnah dengan keji, mereka tak perlu pusing dengan kenaikan beras, minyak goreng bahkan harga minyak petrol. Mereka orang yang berkantong tebal. Kenaikan harga bukan masalah besar bagi mereka. Ini masalah rakyat yang semakin terjepit.

note : RM1 sekitar Rp.2850

Jumaat, Julai 04, 2008

bola dunia untuk najwa

hari ini
najwa ulang tahun
ketika kutanya ingin hadiah apa
dia menjawab...bubble...katanya setengah menjerit
sederhananya hadiahmu, kataku
bunda ingin menghadiahkan bola dunia untukmu
apa itu bunda? tanyanya
sebuah bola dimana kau bisa melihat letak tanah tempatmu berpijak
juga bisa kau tahu dimana tanah air nenekmu
keningnya berkerut

biar aku ceritakan padamu, nak..
duniamu bukan hanya apa yang engkau lihat
bumi Allah ini luas nak..
manusia berbagai-bagai
menghuni tanah-tanah yang tidak kau kenal

setelah kau paham
bercita-citalah
suatu saat akan kau pijak tanah mereka
dengan keluhuran ilmu dan kebijakan lakumu

dia tersenyum
mungkin masih belum mengerti
tak mengapa
akan kubacakan engkau buku nak..
tentang dunia disebelah sana
dan nanti kau carilah nama tempat itu dibola dunia


====================================================

selamat ulang tahun anakku
mata beningmu selalu lekat dalam hatiku

Khamis, Jun 19, 2008

Buaian

Akhirnya saya menyerah...
Setelah badan didera lelah setiap hari menjelang Aliff tidur, saya putuskan untuk menidurkannya dibuaian (ayunan).


Alhamdulillah, dia boleh tidur lama dan lelap, tanpa saya susah2 menggendongnya kesana kemari sambil menyanyi keras2 mengalahkan tangisannya.

Andai dari dulu saya pakai benda ajaib ini....

Rabu, Jun 11, 2008

Dalam Perjalanan Pulang

Kami pulang dari Kelantan ke Johor pada hari Jumat. Dalam perjalanan, sempat mampir ke Tasik Kenyir, Terengganu.


Juga ke Hutan Lipur Sekayu :


Juga ke Pantai Air Papan, Mersing :


Penumpang lain yang ikut, si Comel :


Hujan sepanjang Kota Tinggi-Kulai jam 2 siang:

Jumaat, Mei 30, 2008

dok Kelate

Bangun jam 4 pagi. Cepat2 kerjakan tugas kantor. Selesai jam 7.00. Terburu-buru buat sarapan, bihun goreng dan nasi goreng sekalian untuk bekal. Yup, kami ke Kelantan pagi ini. Mandikan najwa, aliff...semua serba cepat. Siapkan barang2 yang akan dibawa, packing terus masukkan ke bagasi.


Huahhh...selesai juga. Tepat jam 10 pagi kami berangkat. Bismillahitawakkaltu 'alallah. mudah2an dilancarkan perjalanan kami. Kami mengambil jalan Kulai-Kota tinggi-Mersing-Kuantan-Jerangau Jabung-Kuala Berang-Kelantan. Panjang dan melelahkan.

Aliff langsung tertidur begitu masuk dalam mobil. Bangun jam 2. Lega. Setidaknya saya cuma harus melayan najwa. Sempat juga main din din tak udin dimobil. Hehe...ini permainan tempo dulu masa kanak-kanak saya.

Suami saya memandu dengan semangat tinggi :D. Tak terasa lelah katanya. Efek dari menjadi vegetarian..hahaha... Kami cuma berhenti untuk sholat Ashar jamak dengan sholat dhuhur. Makan? Kami bawa bekal jadi tak perlu singgah kedai makan. Kami memang sudah jarang makan diluar, apalagi semenjak ada temuan dari Persatuan Pengguna Pulau Pinang dengan ditemukannya bakteri e-coli dibeberapa restoran di Penang. Masak sendiri jauh lebih sehat dan hemat. Kalaupun terpaksa makan diluar, saya akan pilih restoran yang bersih. Kalau perlu lihat dulu dapurnya, bersih atau tidak hehehe... Maaf lah, kebanyakan restoran walaupun nampak bersih diluar, tapi dapurnya kotor. Padahal disitulah proses mengolah makanan dilakukan.

Seperti lazimnya di Malaysia, perjalanan kami ditempuh dengan menyusur perkebunan kelapa sawit yang mula membentang sejak dari Kota Tinggi lagi. Masuk Jabor, lori balak (truk pengangkut kayu balak), banyak terlihat. Kayu-kayu sebesar gajah diikat dengan rantai besi. Beberapa mobil mengekor dibelakang lori. Terbayang kalau ikatan kayu putus, kayu gajah itu akan menggelinding menimpa mobil2 dibelakang. Naudzubillah. Kayu bernilai tinggi yang usianya mungkin ratusan tahun, ditebang untuk keperluan industri. Sayang rasanya..


Ah sudah sampai Kelantan jam 8.45. Tepat 12 jam. Biasanya kami perlukan waktu 14 jam untuk sampai. Abah dan Ummi sudah menunggu. Yang ditunggu tentu Aliff, karena ini pertama kali dia pulang kampung. Huaaaa..semua terkejut melihat Aliff yang montel, 8.5 kg dalam usia 4 bulan 3 minggu.

Jumaat, Mei 16, 2008

Kenapa?

Anak pertama saya, Najwa 2 tahun 10 bulan, mulai menunjukkan sifat ingin tahu. Ia mulai bertanya kenapa..kenapa..kenapa..??? Walaupun saya agak repot menjawab pertanyaannya, tapi saya gembira. Agaknya kecerewetan saya (akibat mulut yang susah diam) mulai menampakkan hasil. Saya memang ingin dia banyak bertanya. Karena itu disetiap kesempatan saya dan juga suami selalu bercerita tentang apa saja pada Najwa. Tentang langit, awan, hujan, matahari, bulan, pohon yang sedang berbuah, tentang kakeknya almarhum, apa saja.... Pertanyaannya masih sederhana, tidak sampai membuat saya susah mencari jawabannya.

Ketika melihat orang naik roller blade di you tube memakai baju biru, dia tanya : kenapa orang itu pakai baju biru?. Saya diam sebentar, memperhatikan orang tersebut, lalu : agaknya dia nak sesuaikan bajunya dengan stocking yang juga warna biru. lihat, roller blade-nya pun warna biru. Supaya matching.

"kenapa pasport bunda warna hijau? Kakak dengan ayah warna merah?
Karena bunda orang Indonesia. Ingat tak pasport nenek, teteh uwi, kakak vita juga warna hijau.

"kenapa bunda orang Indonesia?"
O yang itu.. sebab bunda lahir di Indonesia, kakek nenek wawa pun orang Indonesia.

kenapa bunda tak jadi orang Malaysia je?
Boleh juga bunda jadi orang Malaysia. tapi nanti mungkin 10 tahun lagi. Hehe..boleh ke tak ye...???

"kenapa adek tak boleh pakai baju wawa?
karena adek lelaki. lelaki tak pakai baju bergambar bunga, ada renda, ada ribbon. Lelaki pakai baju bergambar kereta, hewan, atau tak ada gambar.

"kalau pakai juga?"
nanti dibilang pondan.. hehehe...

"pondan tu apa?"
pondan tu..bencong heee...lelaki yang berpakaian seperti perempuan.

dan setelah itu, dia akan ketawa terkekeh kekeh bila kata pondan disebut.

banyak lagi pertanyaan2 sederhana lainnya. Tampaknya saya harus beli ensiklopedia untuk persediaan jika sewaktu-waktu dia tanya hal-hal yang susah dijelaskan dengan bahasa anak kecil. seperti : bagaimana bunda boleh mengandung?

waaaaa....apakah jawabannya?

Rabu, Mei 14, 2008

Aliff 4 bulan

Tak terasa, kini Aliff sudah berusia 4 bulan. Berat badannya sudah 8 kg. wahhhh..!!! montel kata orang Melayu. Dulu najwa 10 bulan baru 8 kg.

Perkembangannya sejauh ini Alhamdulillah bagus. Sudah bisa tengkurap, tertawa terkekeh kekeh, memegang benda sambil meremas-remasnya. Apalagi ya?

Jumaat, April 18, 2008

sekolah

+ wawa nak sekolah tak?

- nak. tapi nanti kalau wawa dah besar macam bunda.

+ laaaahh :D

Isnin, Februari 25, 2008

sholatku malam tadi

kenapa aku bisa lupa
pada doa iftitah
kucoba mengingatnya
tapi tak dapat
aih...apa ya..

biasanya lancar mulutku membacanya
karena semuanya sudah terekam dalam otakku
kuangkat saja tanganku bertakbir
meluncurlah bacaan-bacaan itu
tak perlu payah aku mengingatnya
seperti anak kecil baru belajar sholat

tapi di dua sholatku malam tadi
aku lupa
dan ini sering terjadi
justru disaat aku meluruskan hatiku hanya kepada-Nya
karena biasanya
walau kakiku terpacak kukuh
hatiku berlari

Rabu, Februari 20, 2008

sekejap saja....

ku merasa
sehari itu sebentar saja
buka mata dipagi buta
terkoneksi kedunia maya
sampai jaga cahaya mata

kemudian hariku penuh
bajuku lusuh berpeluh
mataku tak bersuluh

sampai malam menyapa lelah
tak boleh juga aku rebah
si kecil banyak kerenah
tapi aku tak boleh marah

sampai malam benar-benar tua
dan penatku belum pun reda
anakku dahaga

sekejap saja
ketika lelap membuai mata
lagi kuterjaga karena nada
dan hariku bermula

Jumaat, Februari 15, 2008

Busana (yang) Melayu



(Syarat pesanan Syeikh Nuh Ha Mim kepada Sultan Muhammad Syah dalam Manikam Kalbu)

Syarat pertama: Busana Melayu itu hendaklah pantang membuka aurat. Sesiapa memakai terbuka aurat, tanda imannya sudah berkarat. Tanda orang tidak semenggah, berkain baju berdedah-dedah. Barangsiapa memakai singkap menyingkap, tanda dirinya tidak beradab. Adat orang Melayu jati, berkain baju berhati-hati.

Syarat kedua: Busana Melayu itu pantang kainnya nipis, apabila kain nipis, di situlah tempat setan dan iblis. Apabila memakai baju terlalu jarang, malu tak ada aib pun hilang. Sesiapa memakai akan pakaian yang tembus mata, tanda dirinya dalam nista.

Syarat ketiga: Busana Melayu itu mestilah pantang berpotongan ketat. Tiada boleh sama sekali nampak lekuk atau liku di tubuh. Ingatlah apabila memakai yang ketat-ketat, agama hilang binasa adat. Barangsiapa berbaju sempit, imannya malap jiwanya sakit. Tanda orang beriman teguh, pakaian sempit memang dijauh.

Syarat keempat: Pantang Busana Melayu mengada-ngada. Membuat baju harus sejudu, jangan suka tiru-meniru, supaya tak hilang maruah Melayu. Apabila memakai tahukan diri, supaya tak lupa diri sendiri. Jika memakai menutupi badan, supaya tidak disusupi setan.

Syarat kelima: Dilarang sekali memandai-mandai. Kerana apabila pakaian memandai-mandai, aib tersingkap malu terburai.

Khamis, Februari 14, 2008

umur ibuku


seharusnya ibuku dapat diskon waktu mau ke Singapura naik kereta api. Umur ibuku sudah lebih dari 6o tahun, umur pastinya gak tau karena tidak tercatat di akta kelahiran :D. tapi dipaspornya ibuku lahir tahun 1948, berarti sekarang genap 60 tahun. mungkin belum termasuk kategori warga emas, jadi gak dapat diskon.

kenapa ibu bisa semuda itu dipaspornya?
ibuku juga tidak tahu kapan pastinya dia lahir. tapi ingatannya masih segar kalau bicara tentang umur berapa dia masuk sekolah dasar. ibuku bilang dia masuk sekolah ketika tangannya yang dilingkarkan diatas kepala belum lagi menyentuh telinga. maknanya umur ibu belum tujuh tahun. kemudian berhenti sekolah karena Belanda menduduki Indonesia lagi. kemudian hijrah ke Lampung, jalan kaki berminggu-minggu bersama rombongan sekampung orang Pandeglang. setelah itu, tahun 1950 ibu pun bersekolah lagi. asumsiku kalau tahun 1950 ibu sekolah lagi, berarti umur ibu waktu itu sekitar 8 tahun. so, ibu lahir tahun 1942.

kalau begitu usia ibuku sekarang 66 tahun. sudah sepuh rupanya ibuku...gak sadar :((
tapi tidak semua kakak-kakakku tahu kalau ibu mulai sekolah tahun 1950. mungkin karena males itung-itungan akhirnya nembak aja, maka dipilihlah tahun 1948 sebagai tahun kelahiran ibuku. akhirnya tahun itulah yang dipakai didokumen-dokumen resmi ibu.

tapi akupun puyeng lagi. Abang sulungku lahir tahun 1957. ibu menikah tahun 1955. kalaupun ibu lahir tahun 1942, berarti ketika menikah umur ibuku cuma 13 tahun!!!! tapi ibuku membenarkan, wong waktu kawin katanya baru kelas 5 SD. addduuuhhh...pernikahan dibawah umur inimah namanya hehehe... tapi maklumlah zaman dahulu baru merdeka, pernikahan dini itu biasa. yang penting udah bisa masak dikawinin deh..

yang lucu waktu ibu dan kakakku nomor 2 ke Malaysia tahun 2005 dulu. waktu di imigrasi malaysia ditanya apa hubungan ibu dengan kakakku. ibuku bilang anak beranak. si petugas kaget, lalu mencocokkan tahun lahir. kakakku lahir tahun 1959, dipaspor ibuku lahir tahun 1948, bedanya 11 tahun!!!! heran dong, masa emak ama anak cuma beda umur dikit gitu hehehehe...

Ahad, Februari 03, 2008

Khamis, Januari 31, 2008

entri lama -menyambut Najwa-

entri dari bloglama bundanajwa;

Begitulah...kami sepakat memberimu nama Najwa. Singkat sekali. Itu nama pemberianku, bunda yang telah mengandungmu lebih dari 9 bulan. Kini usiamu menginjak 37 minggu, penantian kami akan kehadiranmu sebentar lagi berakhir. Sungguh, hadirmu kelak akan membawa beribu makna bagi kami, orang tuamu...

Najwa..kamipun berpikir untuk memberimu satu nama lagi. Fatih, nama itu yang dipilih ayahmu. Jadilah namamu Fatih Najwa, yang bermakna Najwa sang pembuka, yang memulai. Kau adalah anak pertama kami, hadiah dari Sang Maha Pemberi.

Kau lah yang akan membuka lembaran baru bagi kami
Yang akan memulaikan hari-hari dengan pendar cahayamu
Lebih dari sekedar lentera
Kau adalah bintang dihati kami


Najwa...panggil kami Ayah dan Bunda, sepasang manusia yang tertatih membangun masa depanmu. Kita bertiga adalah satu. Mungkin akan ada najwa-najwa yang lain, semuanya bagaikan bintang..penyinar hati kami.

Walaupun sekarang kau belum lagi berwujud, namun setiap gerakmu adalah pemacu semangat kami. Seperti pada setiap malam, saat kami berkongsi cerita denganmu, kami tahu kau mendengar suara kami. Ada saatnya kau gerakkan kakimu, dan membuat perutku sedikit bergelombang. Lalu, kami pun berlomba untuk dapat menyentuhmu, ikut merasakan apa yang sedang kau lakukan didalam sana. Ayahmu berkata, kau pasti sedang belajar taekwondo..hmmm...kemudian aku katakan...tidak..kau pasti sedang berenang menuju dunia..:-)

Najwa...kami pun bersiap menunggu hadirmu. Sepasang kaus kaki cantik sudah kami siapkan, juga baju manis berwarna kuning untukmu. Lalu sebuah topi mungil untuk menutupi kepalamu, dan selimut hangat yang akan mendekapmu. Selamat datang nak... Dekapan ayah dan bunda akan menyambutmu memasuki dunia baru. Menangislah yang kuat, dan buat dunia tertawa karena tangismu.

Bila masa itu tiba, dengarlah bisikan kami, bahwa kami sangat menyayangimu. Tersenyumlah, dan sambutlah tangan kami yang akan memapahmu menapaki kehidupan.

Senyumanmu adalah purnama
Yang dengannya pohon-pohon berbisik
Kabarkan berita suka cita
Datangnya hadiah dari Sang Maha Baik


p/s: bundaNajwa tolong buatkan Entri Khas -menyambut Aliff- please sisihkan secuit senggang

Rabu, Januari 30, 2008

sahabatku dan anak-anak yang tidak sempat terlahir

Dia seharusnya sudah punya 3 anak. Sayangnya, semuanya meninggal ketika dalam kandungan. menikah tahun 2003, dia mengandung beberapa bulan kemudian, tapi janinnya gugur ketika berusia 2 bulan. yang kedua, meninggal ketika berusia 7 bulan, putus tali pusat, kalau hidup anaknya seusia najwa. yang ketiga, baru berusia 6 minggu, meninggal kemarin pagi.

Dia sahabatku sejak kelas 1 SMA. Kami rajin berkirim kabar via sms. Sebenarnya aku ingin meneleponnya kemarin ketika mendengar kabar duka itu. tapi setelah aku pikir lagi, ini bukanlah masa yang sesuai. alih-alih ingin menghiburnya, teleponku hanya akan membuatnya sedih. dan akhirnya, aku yang juga sensitif, pasti tidak bisa berkata-kata, menangis. duuuhhh....

aku hanya membalas sms-nya dengan satu kalimat yang kurasa bijak. "semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada kalian berdua." tidak tahu apakah kata-kataku cukup menghiburnya. yang jelas, dalam sms-nya dia mengaduh "Ya Allah, sungguh berat cobaan ini." Kehilangan 3 calon anak tentu saja membuat temanku terpukul. Entah apa yang salah dengan kandungannya, sehingga umur anak-anaknya begitu pendek.

sahabatku mengeluh. betapa susahnya mendapatkan anak dari rahim sendiri.
entahlah, akupun gagal memahami rahasia Tuhan.

banyak orang yang tidak menginginkan janin tumbuh dalam rahimnya sehingga berusaha membunuhnya dengan berbagai cara. atau jika janin itupun membesar kemudian lahir, dibuangnya anak itu ke tempat sampah, atau bahkan ada yang dikubur hidup-hidup. naudzubillah. sebagian manusia lain yang kurang begitu beruntung dalam penghidupannya, justru beranak pinak setiap tahun sehingga bilangannya melebihi lima jari tangan. sementara sahabatku yang Insya Allah siap lahir batin, justru berulangkali gagal.

aku ingin mengatakan pada sahabatku bahwa ini ujian Allah, tapi rasanya terlalu klise. aku kehilangan kata-kata untuk menghiburnya.

Selasa, Januari 29, 2008

Pandeglang di Caping GM

Slamet adalah sebuah teriakan, ketika ia bunuh diri pada umur 48. Mungkin kota Pandeglang mendengarnya. Mungkin Banten dan Jakarta mendengarnya. Tapi hanya 10 menit.

Segera setelah itu, teriakan itu lenyap. Slamet hilang. Ia kembali jadi noktah yang melintas tipis pada layar radar, seperti berjuta-juta titik lain yang diabaikan. Jakarta sibuk. Tuan-tuan sibuk: tuan-tuan berbaris membesuk Suharto, sang patriakh yang gering terbaring di rumah sakit itu, dan dengan tekun tuan-tuan mengikuti naik-turun tekanan darahnya, menyimak jantung dan paru-parunya, berkomat-kamit membaca doa untuknya, dan berseru, makin lama makin keras, maafkan dia, maafkan dia …

Tentu, semua itu karena tuan-tuan orang yang beradab. Tapi tak ada peradaban yang tak berdiri di atas pengakuan bahwa ada mala yang besar, (meskipun tak disebut sebagai dosa), ketika di luar pintu seseorang rubuh, tertindih, hilang harap — dan kita tak menolongnya.

Slamet adalah indikator negatif peradaban.

Lelaki ini seorang pedagang yang tekun, meskipun tetap miskin. Sejak 1993 dengan angkringannya ia jajakan gorengan singkong, tahu, tempe, dan pisang di sekitar jalan Ahmad Yani di Pandeglang. Ia pernah yakin hidup akan lebih baik setelah ia berhenti bekerja di sebuah pom-bensin. Mula-mula memang ada harapan: ia bisa memperoleh untung sedikit sedikit. Kata isterinya, Nuriah, Slamet dapat membawa laba sampai Rp 20 ribu sehari.

klik ENTRI PENUH
page counter