Hujan teramat lebat nak
Petir pula menyambar-nyambar
Ayahmu tentu terkurung dijalan
Sabar nak..
Ayah tak mungkin menerobos rinai hujan
yang menggila diluar sana
Mari kita telepon Ayah
Tapi...
Hanya ada operator menjawab
Kalau begitu
Angkat tanganmu
Mohon pada yang kuasa
selamatkan dan lindungi ayah
Ada yang hilang hari ini kan..
suara kecilmu yang menjerit riang
kala deru motor berhenti depan pagar
Terlebih
Tak ada ice cream, tak ada air kotak
Dan bonus dibonceng Ayah keliling taman
Pukul 8.30
Masih menunggu
Ayah tak kunjung tiba
Mari dengar bunda cerita
Tentang si Kubil dan si Cilok
Dua anak yang datang tiba-tiba dalam alam khayal
Oh
Kantuk telah datang
Selamat tidur sayang
Ayahmu pulang tepat jam 9
Dan engkau telah pun memeluk mimpi
Selasa, 13 April 10.00 pm
Rabu, April 14, 2010
Khamis, Mac 25, 2010
Lukisan Najwa
Katamu, aku ingin jadi pelukis Bunda..
Dilukisnya gunung, sawah, kelapa, awan, matahari
Pada kertas, buku dan...dinding..!!
Oh Nak, lihat lah rumah kita
Betapa berwarnanya
Ada benang kusut berputar-putar seperti bola
Itu awan katamu
Ada angka 5 berbaris besar-besar
Tangan kecilmu belajar menulis ketika itu
Ada kotak persegi dengan segitiga diatasnya
itu rumah kita katanya
Ketika Ayahmu pulang dengan sekotak cat air
dilukisnya bunga dan sebatang pohon
dan seorang anak kecil yang tersenyum mengembang
menyambut hari bersama datangnya mentari
Itu Aku, Bunda...katamu dengan senyum
Lukislah semua yang engkau lihat Nak..
Walaupun penuh dinding rumah kita
Walaupun tumpah cat airmu mengotori lantai rumah kita
Disitulah pelajaranmu bermula
Dilukisnya gunung, sawah, kelapa, awan, matahari
Pada kertas, buku dan...dinding..!!
Oh Nak, lihat lah rumah kita
Betapa berwarnanya
Ada benang kusut berputar-putar seperti bola
Itu awan katamu
Ada angka 5 berbaris besar-besar
Tangan kecilmu belajar menulis ketika itu
Ada kotak persegi dengan segitiga diatasnya
itu rumah kita katanya
Ketika Ayahmu pulang dengan sekotak cat air
dilukisnya bunga dan sebatang pohon
dan seorang anak kecil yang tersenyum mengembang
menyambut hari bersama datangnya mentari
Itu Aku, Bunda...katamu dengan senyum
Lukislah semua yang engkau lihat Nak..
Walaupun penuh dinding rumah kita
Walaupun tumpah cat airmu mengotori lantai rumah kita
Disitulah pelajaranmu bermula
Khamis, Mac 11, 2010
Juara..!!!
Hati saya benar2 cair ketika melihat anak sulung saya naik keatas panggung untuk menerimah hadiah sebagai kemenangannya dalam lomba mewarnai yang diadakan oleh Petronas. Tak terasa air mata saya meleleh. Hati saya diliputi keharuan. Saya merasa menjadi Ibu yang sebenarnya hua huaaaa lebay :P
Saya songsong ia disebelah panggung, dengan sepeda yang didapatnya sebagai hadiah. Oh nak..betapa Bunda bangga padamu. Perempuan kecilku begitu membanggakan hari ini. Saya ciumi pipinya dengan airmata tergenang. Guru melukisnya datang, menyalami saya mengucapkan tahniah atas kemenangan Najwa. Dia melihat saya menangis. Whoaaa maluuuu...:D

Saya tak menyangka anak kecil saya yang berumur 5 tahun ini mampu mengalahkan peserta lain. Saya mendaftarkannya untuk ikut coloring contest ini semata-mata agar dia mendapat pengalaman baru. Tidak pernah sedikitpun mendorong dia untuk menang. Pesan saya cuma satu, kalau melakukan sesuatu, harus dilakukan dengan betul-betul supaya bisa berjaya. Itu yang selalu saya tanamkan pada najwa.
Alhamdulillah, nak.. ini baru permulaan. Kami doakan semoga nanti akan banyak lagi kejayaan yang akan engkau perolehi.
Saya songsong ia disebelah panggung, dengan sepeda yang didapatnya sebagai hadiah. Oh nak..betapa Bunda bangga padamu. Perempuan kecilku begitu membanggakan hari ini. Saya ciumi pipinya dengan airmata tergenang. Guru melukisnya datang, menyalami saya mengucapkan tahniah atas kemenangan Najwa. Dia melihat saya menangis. Whoaaa maluuuu...:D

Saya tak menyangka anak kecil saya yang berumur 5 tahun ini mampu mengalahkan peserta lain. Saya mendaftarkannya untuk ikut coloring contest ini semata-mata agar dia mendapat pengalaman baru. Tidak pernah sedikitpun mendorong dia untuk menang. Pesan saya cuma satu, kalau melakukan sesuatu, harus dilakukan dengan betul-betul supaya bisa berjaya. Itu yang selalu saya tanamkan pada najwa.
Alhamdulillah, nak.. ini baru permulaan. Kami doakan semoga nanti akan banyak lagi kejayaan yang akan engkau perolehi.
Jumaat, Julai 17, 2009
Dulu dan sekarang
Tadi malam, anak saya najwa 4 tahun, menemukan foto saya waktu wisuda diploma 6 tahun yang lalu. Diperhatikannya foto saya lekat-lekat, kemudian pandangannya beralih kesaya.
"Ini bunda ke?"tanyanya dalam logat melayu
"Iya, itu bunda."
"Nampak macam lain je,"katanya heran.
"Lain kenapa?"
"Yang ini cantik, putih, kurus.. tapi..."kalimatnya menggantung. Diperhatikannya saya baik-baik.
"Sekarang tak cantik, ada jerawat, gemuk pula tuh,"katanya polos.
Huahahaaaaaa... saya tergelak. Dasar anak kecil. Penilaian yang jujur dan polos.
Tiba-tiba satu-satu idea berlompatan dalam kepala.
Jogging, fitnes, diet, jangan makan malam, puasa biar lebih cepat lebih baik, facial, creambath, krim pigmen, colagen, krim anti penuaan...
Hahaha banyak amat...
Untung ada suara yang membela :
"Bunda tak gemuk lah kakak, cuma tembam aja.."hiks hikss atu sami mawon eta mah.
Terima kasih diingatkan sayang.. Bunda memang kurang merawat diri yah hehe...
"Ini bunda ke?"tanyanya dalam logat melayu
"Iya, itu bunda."
"Nampak macam lain je,"katanya heran.
"Lain kenapa?"
"Yang ini cantik, putih, kurus.. tapi..."kalimatnya menggantung. Diperhatikannya saya baik-baik.
"Sekarang tak cantik, ada jerawat, gemuk pula tuh,"katanya polos.
Huahahaaaaaa... saya tergelak. Dasar anak kecil. Penilaian yang jujur dan polos.
Tiba-tiba satu-satu idea berlompatan dalam kepala.
Jogging, fitnes, diet, jangan makan malam, puasa biar lebih cepat lebih baik, facial, creambath, krim pigmen, colagen, krim anti penuaan...
Hahaha banyak amat...
Untung ada suara yang membela :
"Bunda tak gemuk lah kakak, cuma tembam aja.."hiks hikss atu sami mawon eta mah.
Terima kasih diingatkan sayang.. Bunda memang kurang merawat diri yah hehe...
Selasa, Mei 05, 2009
Mengalah akan berarti kalah
Kasihan anak saya.
Kesadaran itu mungkin agak terlambat datangnya. Tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Secara tidak sadar, kami, saya dan suami, selama ini ternyata telah mengkondisikan najwa, anak 4 tahun saya, untuk selalu mengalah. Bukan saja dengan adiknya, tapi juga ketika berebut mainan dengan temannya. Kami akan langsung membujuk najwa untuk menyerahkan mainannya ketika temannya menghendaki.
Seperti sore itu.
Kami berkunjung kerumah sepupu. Suami saya memetik dua kuntum bunga dan diberikannya pada
najwa dan batrisya, anak sepupu suami. Ketika melihat bunga najwa yang sebenarnya sama persis dengan bunganya, batrisya merengek minta bunga najwa. Secara spontan suami saya bilang pada najwa untuk menukar bunganya dengan bunga batrisya. Pada mulanya najwa terlihat menolak, tapi kemudian memberikan bunganya setelah terlebih dahulu menatap wajah suami saya.
Kami sadar kemudian bahwa itu salah.
Ya salah, tidak seharusnya dia mengalah. Bunga itu adalah haknya. Biar dia sendiri yang menentukan apakah akan diberikan atau tidak tanpa arahan siapapun. Karena dari kumpulan kejadian kecil seperti ini, dia akan belajar untuk mempertahankan haknya. Tugas kami seharusnya hanya memberi pengertian pada kedua anak itu apa yang sudah menjadi bagiannya. Tidak perlu menyuruh untuk mengalah.
Kilasan kejadian lama bermain dalam benak saya. Astagfirullah.. Ada begitu banyak kejadian serupa yang telah membentuk pribadi najwa. Ketika anak selalu diajarkan mengalah, maka yang akan terjadi adalah anak merasa tidak layak memiliki apa-apa. Kemampuannya untuk berkompetisi jadi berkurang, dan jadilah dia anak yang selalu duduk dibelakang, tidak berani menonjolkan diri karena merasa tidak layak. Selalu mengalah juga membentuk pribadi anak menjadi lemah, tidak berani mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. Seharusnya biarkan mereka yang memutuskan apa yang harus dilakukan, tugas orangtua hanya memberikan mereka pemahaman.
Sampai pada satu titik kami merasa sangat bersalah.
Kesadaran itu mungkin agak terlambat datangnya. Tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Secara tidak sadar, kami, saya dan suami, selama ini ternyata telah mengkondisikan najwa, anak 4 tahun saya, untuk selalu mengalah. Bukan saja dengan adiknya, tapi juga ketika berebut mainan dengan temannya. Kami akan langsung membujuk najwa untuk menyerahkan mainannya ketika temannya menghendaki.
Seperti sore itu.
Kami berkunjung kerumah sepupu. Suami saya memetik dua kuntum bunga dan diberikannya pada
najwa dan batrisya, anak sepupu suami. Ketika melihat bunga najwa yang sebenarnya sama persis dengan bunganya, batrisya merengek minta bunga najwa. Secara spontan suami saya bilang pada najwa untuk menukar bunganya dengan bunga batrisya. Pada mulanya najwa terlihat menolak, tapi kemudian memberikan bunganya setelah terlebih dahulu menatap wajah suami saya.
Kami sadar kemudian bahwa itu salah.
Ya salah, tidak seharusnya dia mengalah. Bunga itu adalah haknya. Biar dia sendiri yang menentukan apakah akan diberikan atau tidak tanpa arahan siapapun. Karena dari kumpulan kejadian kecil seperti ini, dia akan belajar untuk mempertahankan haknya. Tugas kami seharusnya hanya memberi pengertian pada kedua anak itu apa yang sudah menjadi bagiannya. Tidak perlu menyuruh untuk mengalah.
Kilasan kejadian lama bermain dalam benak saya. Astagfirullah.. Ada begitu banyak kejadian serupa yang telah membentuk pribadi najwa. Ketika anak selalu diajarkan mengalah, maka yang akan terjadi adalah anak merasa tidak layak memiliki apa-apa. Kemampuannya untuk berkompetisi jadi berkurang, dan jadilah dia anak yang selalu duduk dibelakang, tidak berani menonjolkan diri karena merasa tidak layak. Selalu mengalah juga membentuk pribadi anak menjadi lemah, tidak berani mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. Seharusnya biarkan mereka yang memutuskan apa yang harus dilakukan, tugas orangtua hanya memberikan mereka pemahaman.
Sampai pada satu titik kami merasa sangat bersalah.
Isnin, April 27, 2009
Ahad, Februari 22, 2009
Hutan Bandar JB
Hari Sabtu kemarin, kita pergi ke Hutan Bandar di Johor Bahru. Sekedar rileks ngajak anak main air. Kebetulan disana ada kolam renang kecil. Cocok untuk Najwa dan Aliff. Dan yang paling penting...all for free heheh alias gratis bow...
Here is the photos :
Suami saya ikut nyebur


Najwa, si takut mandi, tapi kalo main air suka...suka..sangat

Habis mandi, istirahat di gazebo dikelilingi pohon2, cocok untuk melukis :

Ini hasil lukisannya, yang pink katanya balon, yang biru monster layang-layang :D

Pulang kerumah, mampir dipasar, my 2 lovely children tidur nyenyak di mobil :
Here is the photos :
Suami saya ikut nyebur

Aliff yang ga bisa diam, berlari kesana kemari...cuapek deh ngejar2 :

Najwa, si takut mandi, tapi kalo main air suka...suka..sangat

Habis mandi, istirahat di gazebo dikelilingi pohon2, cocok untuk melukis :

Ini hasil lukisannya, yang pink katanya balon, yang biru monster layang-layang :D

Pulang kerumah, mampir dipasar, my 2 lovely children tidur nyenyak di mobil :
Isnin, Januari 05, 2009
najwa goes to school
Ini hari pertama Najwa masuk sekolah Tadika Nuri.
Suami saya cuti 2 hari, supaya kami bisa menemankan najwa ke sekolah.
Sampai disekolah jam 8, sudah banyak murid-murid berkumpul. Keadaan riuh rendah. Bising dengan suara anak-anak menangis, tidak mau berpisah dari orangtuanya. Semua murid dikumpulkan dihalaman depan sekolah. Orang tua menunggu didepan pagar.
Najwa Alhamdulillah baik-baik saja. Saya dan suami berdiri menunggu diluar. Sesekali melambai kearah najwa yang duduk manis dengan teman-temannya. Lega rasanya karena awalnya saya khawatir najwa akan menangis meraung-raung seperti ketika masuk tadika butterfly yang cuma bertahan seminggu.
Dirumah tadi malam saya dan najwa membuat cake marmer untuk bekal sekolah. Sebenarnya jam 10 ada acara makan di sekolah, tapi najwa bilang dia ingin bawa bekal cake buatan saya.
Pagi tadi walaupun belum bangun, saya gendong najwa dan terus putarkan lagu Tasya Libur tela tiba. Masih mengantuk dia mandi sendiri. Hehe ajaib. Biasanya kalau mandi susah sekali.

Suami saya cuti 2 hari, supaya kami bisa menemankan najwa ke sekolah.
Sampai disekolah jam 8, sudah banyak murid-murid berkumpul. Keadaan riuh rendah. Bising dengan suara anak-anak menangis, tidak mau berpisah dari orangtuanya. Semua murid dikumpulkan dihalaman depan sekolah. Orang tua menunggu didepan pagar.
Najwa Alhamdulillah baik-baik saja. Saya dan suami berdiri menunggu diluar. Sesekali melambai kearah najwa yang duduk manis dengan teman-temannya. Lega rasanya karena awalnya saya khawatir najwa akan menangis meraung-raung seperti ketika masuk tadika butterfly yang cuma bertahan seminggu.
Dirumah tadi malam saya dan najwa membuat cake marmer untuk bekal sekolah. Sebenarnya jam 10 ada acara makan di sekolah, tapi najwa bilang dia ingin bawa bekal cake buatan saya.
Pagi tadi walaupun belum bangun, saya gendong najwa dan terus putarkan lagu Tasya Libur tela tiba. Masih mengantuk dia mandi sendiri. Hehe ajaib. Biasanya kalau mandi susah sekali.

Ahad, Januari 04, 2009
Catatan Perjalanan : jom..pi Melaka... (part 2)
Hari kedua, kami menyusuri kota tua Melaka. Poto-potonya aja deh ya.. :
Aliff didepan kincir angin peninggalan kesultanan Melaka (didekat sini baru ketemu restoran Melayu setelah kami capek jalan menyusuri tepi sungai melaka, kebanyakan restoran china dan western)

Makan cendol "jam besar" didepan gereja christ church yang dibangun pd tahun 1753 :

Menyusuri sungai melaka yang bersih dengan boat seharga RM 5 selama 45 menit :

Rumah orang melayu ditepi sungai Melaka :

Kincir angin belanda didepan museum Stadhuys :

Naik becak keliling kota Melaka, 1 jam RM 40 :

Najwa mejeng bentar sambil istirahat di museum Stadhuys :
Aliff didepan kincir angin peninggalan kesultanan Melaka (didekat sini baru ketemu restoran Melayu setelah kami capek jalan menyusuri tepi sungai melaka, kebanyakan restoran china dan western)

Makan cendol "jam besar" didepan gereja christ church yang dibangun pd tahun 1753 :

Menyusuri sungai melaka yang bersih dengan boat seharga RM 5 selama 45 menit :

Rumah orang melayu ditepi sungai Melaka :

Kincir angin belanda didepan museum Stadhuys :

Naik becak keliling kota Melaka, 1 jam RM 40 :

Najwa mejeng bentar sambil istirahat di museum Stadhuys :
Isnin, Disember 29, 2008
Catatan Perjalanan : jom..pi Melaka... (part 1)
Melaka tidak begitu jauh dari Johor, cuma sekitar 3 jam melalui highway exit pintu toll Ayer Keroh. Atas saran teman suami, kami menuju resort INB, tidak begitu jauh dari pintu toll Ayer Keroh. Katanya tariff satu malam cuma RM 120, ada 2 kamar. Kebetulan adik ipar saya ikut, jadi sesuai untuk kami. Begitu masuk kawasan resort, saya langsung jatuh cinta ciehhh... Bangunannya berupa rumah kecil-kecil, cantik. Ada kolam renang kecil didepan. Tapi.. penuh!!! Tak ada kamar kosong...
Kami pun langsung menuju resort Puteri disekitar Ayer Keroh juga, dekat dengan hotel Seri Malaysia. Resortnya besar, tapi penuh juga....!!! Rupanya ini menjadi petanda bagi kami, bahwa hotel2 di Melaka penuh pada ujung minggu.
Didepan kawasan jerapah :

Di Ayer Keroh ada beberapa tempat wisata, diantaranya Zoo, Taman Buaya, Taman rama-rama (kupu2), Taman Mini ASEAN. Karena sedang berada di Ayer Keroh, kami pun segera menuju ke Zoo. Kota Melaka berada sekitar 13 km dari Ayer Keroh. Rencananya, setelah dari Zoo kami akan cari hotel di kota Melaka.
Istirahat didepan taman primata :
Najwa badmood begitu masuk zoo :

Tiket masuk ke Zoo Melaka sebesar RM7 untuk dewasa. Jalan-jalan dikawasan zoo betul-betul menguras tenaga, mana panas lagi. So buat ibu-ibu yang bawa anak kecil, jangan lupa bawa stroller, it's very helpfull. Payung dan topi juga jangan lupa dipake, panas boo..
Monyet rebutan topi yang dilemparkan pengunjung :

Karena panas, binatang pun banyak yang tidur :

Jam 5 sore kami keluar kawasan zoo, terus ke kota Melaka, cari hotel dan makan. Untuk makan, sebagai seorang ibu yang baik dan rajin, dan juga irit haha... saya bawa bekal nasi lemak lengkap dengan lauk pauk. Setelah makan, cari hotel. tapi.... sampai jam 10 malam dan sudah lebih dari 10 hotel dimasuki, semuanya full house. Suami saya sudah capek, dan saya sendiri terkapar ngantuk. Akhirnya diputuskan kami ke Muar, yang jauhnya sekitar 1 jam dari Melaka. Daerah Muar masuk wilayah negeri Johor. Hotel pertama yang kami datangi penuh juga. Hotel kedua baru ada kamar kosong untuk kami. Capeknya berburu hotel...
Jumaat, Disember 26, 2008
Najwa dan Batrisya
Khamis, Disember 25, 2008
Little Najwa
Kata orang, Najwa, anak saya kurus kecil. Saya amati memang iya. Berat badannya cuma berkisar diangka 12 kg saja. Saya juga heran kenapa gak naik2 beratnya. Padahal asupan makanannya cukup. Porsi makannya lumayan banyak dan bervariasi. Minum susu sekitar 2 gelas sehari. So, apa yang kurang ya...
"wawa kan suka exercise, jadi kurus lah.."katanya. Hehe itu jawabannya yang dia kutip dari saya. Saya memang tidak berambisi untuk meng-gendut-kan anak saya. Walaupun secara umum, pandangan orang kalau anak kecil gemuk itu tandanya sehat dan lucu. Padahal sebenarnya tidak demikian. Obesitas jadi masalah serius dikalangan anak-anak sekarang. Jadi, kenapa mau anaknya gemuk? Bagi saya, kecil tapi sehat itu sudah cukup.
Najwa suka pakai baju kurung :D :

Yang saya amati dari anak-anak yang gemuk adalah mereka minum susu dalam jumlah banyak. Dalam sehari sekitar 5-6 botol. Padahal diusia 1 tahun keatas, susu bukanlah makanan utama. Sumber kalsium bisa didapatkan dari makanan lain. Ada sebagian orang tua pula yang memberikan sirup kepada anak-anaknya sampai berbotol-botol dalam sehari. Tidak heran kalo badan mereka gemuk.
Saya memang tidak pernah risau dengan berat badan najwa walaupun setiap kali ketemu teman-teman pasti mereka komen... "kurusnye..", kecik je badan die nih...", "makan kurang ke nih..badan kecik je.." hoaahhhh... saya jawab santai aja "makan banyak nih, tapi banyak exercise" hahaha.. atau "tak pa badan slim, nanti gemuk nak kurus balik susah lagi". Tidak ada yang perlu dirisaukan dengan ukuran badan anak saya, karena dia tidak ada masalah dengan makan. Malah, saya jarang memberi dia vitamin tambahan. Karena menu makannya sudah cukup bervariasi, nasi atau kadang saya kasih oatmeal, sayur dan lauk semuanya disantap.
Yang nomor 2, Aliff, pertambahan beratnya cukup pesat. Kalau orang tua lain mungkin pusing anak seumur dia susah makan, saya pusing karena semua yang kita makan dia mau makan juga haha...
Aliff main walker :

"wawa kan suka exercise, jadi kurus lah.."katanya. Hehe itu jawabannya yang dia kutip dari saya. Saya memang tidak berambisi untuk meng-gendut-kan anak saya. Walaupun secara umum, pandangan orang kalau anak kecil gemuk itu tandanya sehat dan lucu. Padahal sebenarnya tidak demikian. Obesitas jadi masalah serius dikalangan anak-anak sekarang. Jadi, kenapa mau anaknya gemuk? Bagi saya, kecil tapi sehat itu sudah cukup.
Najwa suka pakai baju kurung :D :

Yang saya amati dari anak-anak yang gemuk adalah mereka minum susu dalam jumlah banyak. Dalam sehari sekitar 5-6 botol. Padahal diusia 1 tahun keatas, susu bukanlah makanan utama. Sumber kalsium bisa didapatkan dari makanan lain. Ada sebagian orang tua pula yang memberikan sirup kepada anak-anaknya sampai berbotol-botol dalam sehari. Tidak heran kalo badan mereka gemuk.
Saya memang tidak pernah risau dengan berat badan najwa walaupun setiap kali ketemu teman-teman pasti mereka komen... "kurusnye..", kecik je badan die nih...", "makan kurang ke nih..badan kecik je.." hoaahhhh... saya jawab santai aja "makan banyak nih, tapi banyak exercise" hahaha.. atau "tak pa badan slim, nanti gemuk nak kurus balik susah lagi". Tidak ada yang perlu dirisaukan dengan ukuran badan anak saya, karena dia tidak ada masalah dengan makan. Malah, saya jarang memberi dia vitamin tambahan. Karena menu makannya sudah cukup bervariasi, nasi atau kadang saya kasih oatmeal, sayur dan lauk semuanya disantap.
Yang nomor 2, Aliff, pertambahan beratnya cukup pesat. Kalau orang tua lain mungkin pusing anak seumur dia susah makan, saya pusing karena semua yang kita makan dia mau makan juga haha...
Aliff main walker :

Selasa, Disember 16, 2008
Catatan Perjalanan : Berkurban di Kelantan
Lebaran haji di Kelantan bagi saya cukup menyenangkan. Suasana lebaran terasa.
Tahun ini, abah mertua saya berkurban lagi. Ada 7 orang yang ikut, jadi sapinya dibagi 7 bagian.
Sapinya agak kurus, tapi karena kurus jadi gak banyak lemak, dagingnya bagus (itu kata Ummi mertua saya hehe..)

Najwa and the gank.. nonton acara genocide sapi..haha.. (tapi begitu pisau memotong urat leher sapi, saya tarik anak saya supaya tidak melihat. takut trauma hehe..)

Ini Tok Mi Wawa, berfoto sebelum kita pulang kembali ke Johor :

Sapinya agak kurus, tapi karena kurus jadi gak banyak lemak, dagingnya bagus (itu kata Ummi mertua saya hehe..)

Najwa and the gank.. nonton acara genocide sapi..haha.. (tapi begitu pisau memotong urat leher sapi, saya tarik anak saya supaya tidak melihat. takut trauma hehe..)

Ini Tok Mi Wawa, berfoto sebelum kita pulang kembali ke Johor :

Isnin, Disember 15, 2008
Catatan Perjalanan : Banjir di Terengganu
Lebaran Haji kemarin kami sekeluarga pulang lagi ke Kelantan. Pulang kampung membuat saya merasa mempunyai keluarga, dimana ada ramai saudara2 (suami) berkumpul. Setidaknya mengobati kerinduan saya pada keluarga sendiri. Dalam setahun kami pulang 3-4 kali. Johor-Kelantan dapat ditempuh selama kurang lebih 12 jam perjalanan dengan mobil.
Cuaca sedang tidak bersahabat ketika kami berangkat dari rumah. Awal bulan desember yang basah. Di negeri-negeri pantai timur sendiri hujan terus menerus turun, mengakibatkan banjir dibeberapa kampung. Saya baca dikoran-koran, hari Rabu 3 Desember, banjir melanda Marang, Kuala Terengganu dan beberapa lokasi di Terengganu. Jadi saya perkirakan hari sabtu sudah surut. Tapi ternyata perkiraan kami meleset. Hujan turun terus menerus dari hari Jumat diwilayah Kelantan Terengganu..dan...... perjalanan itu cukup menyiksa kami.
Kami sampai di Kuantan sekitar jam 5 sore, kemudian mengambil jalan arah Jabor menuju Jerangau-Kuala Berang-Kelantan. Hujan kadang gerimis kadang lebat. Jam 7 maghrib sekitar 1/2 jam menuju Bukit Besi, ada sekatan jalan raya. Ada pengumuman tertulis "Banjir di Bukit Besi", jadi mobil tidak bisa lewat. Kami dialihkan kejalan menuju Ketengah Jaya. Hari sudah mulai gelap. Kanan kiri jalan adalah hutan lebat, gelap tanpa ada petunjuk jalan (sign board), sementara hujan menggila, menambah kecemasan saya. Suami saya ikut saja kendaraan yang didepan, untungnya banyak juga kendaraan yang senasib dengan kami.
Akhirnya setelah berjalan selama 1 jam, kami bertemu persimpangan. Konvoy mobil yang kami ikuti berpecah. Sebagian terus saja entah menuju kemana, sebagian lagi ambil arah kiri. Suami saya ikut kekiri, padahal masih bingung ini jalan mau kemana. Sempat saya baca "Felda Kerteh".Berarti kami akan masuk kawasan ladang kelapa sawit. Setelah jauh berjalan masih juga tidak ada sign board jalan menuju kemana.
Untungnya Najwa dengan Aliff tertidur pulas. Jadi saya bisa konsentrasi membantu suami menemukan petunjuk jalan dalam keadaan gelap. Sampai ke sebuah persimpangan baru ada petunjuk jalan menuju ke Dungun. Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya.... senang sekali saya ketika menemukan persimpangan dan sign board menunjuk jalan ke kiri arah Bukit Besi-Kuala Berang, sementara kanan arah ke Kuala Terengganu-Dungun. Kami pilih kekiri.
Jalan masih panjang, bro...hehe.. Tapi setidaknya kami sudah lega, sudah tahu arah yang dituju. Sampai di Bukit Gading jam 9.30 kami berhenti di stesen minyak (POM Bensin). Disitu Aliff bangun dan menangis tak berhenti entah kenapa. Akhirnya saya baca doa-doa yang saya hafal dan bersolawat untuk menenangkannya. Cukup lama juga dia menangis sampai kemudian tenang sendiri.
Adik suami saya tinggal di Ajil, Kuala Berang. Kesanalah kami menuju untuk singgah sebentar. Sekedar melepas lelah. Sampai disana hujan tambah deras, dan akhirnya kami menginap disana. Lagipula kami khawatir jalan kearah Kelantan tergenang air.
Suami saya meninjau genangan air di kampung Kepah:

Esoknya kami berangkat jam 9 pagi menuju Kelantan. Baru 1/2 jam berjalan, kami sampai di Kampung Kepah, dan....hoaahhhh...banjir lagi. Jalan tergenang air sampai 1/2 meter. Karena mobil kami rendah, kami tidak bisa lewat. Jadi terpaksa balik lagi ke Ajil menuju arah Kuala Terengganu. Untungnya jalan menuju kesana lancar sampai kami tiba di rumah.
Benar-benar melelahkan....
Gbr : Ular sawa (kalo bahasa Indonesia apa ya...) di Kampung Kepah... mati terbawa banjir.. hoahhh serem...saya bergidik melihat ular sebesar itu secara live...

Cuaca sedang tidak bersahabat ketika kami berangkat dari rumah. Awal bulan desember yang basah. Di negeri-negeri pantai timur sendiri hujan terus menerus turun, mengakibatkan banjir dibeberapa kampung. Saya baca dikoran-koran, hari Rabu 3 Desember, banjir melanda Marang, Kuala Terengganu dan beberapa lokasi di Terengganu. Jadi saya perkirakan hari sabtu sudah surut. Tapi ternyata perkiraan kami meleset. Hujan turun terus menerus dari hari Jumat diwilayah Kelantan Terengganu..dan...... perjalanan itu cukup menyiksa kami.
Kami sampai di Kuantan sekitar jam 5 sore, kemudian mengambil jalan arah Jabor menuju Jerangau-Kuala Berang-Kelantan. Hujan kadang gerimis kadang lebat. Jam 7 maghrib sekitar 1/2 jam menuju Bukit Besi, ada sekatan jalan raya. Ada pengumuman tertulis "Banjir di Bukit Besi", jadi mobil tidak bisa lewat. Kami dialihkan kejalan menuju Ketengah Jaya. Hari sudah mulai gelap. Kanan kiri jalan adalah hutan lebat, gelap tanpa ada petunjuk jalan (sign board), sementara hujan menggila, menambah kecemasan saya. Suami saya ikut saja kendaraan yang didepan, untungnya banyak juga kendaraan yang senasib dengan kami.
Akhirnya setelah berjalan selama 1 jam, kami bertemu persimpangan. Konvoy mobil yang kami ikuti berpecah. Sebagian terus saja entah menuju kemana, sebagian lagi ambil arah kiri. Suami saya ikut kekiri, padahal masih bingung ini jalan mau kemana. Sempat saya baca "Felda Kerteh".Berarti kami akan masuk kawasan ladang kelapa sawit. Setelah jauh berjalan masih juga tidak ada sign board jalan menuju kemana.
Untungnya Najwa dengan Aliff tertidur pulas. Jadi saya bisa konsentrasi membantu suami menemukan petunjuk jalan dalam keadaan gelap. Sampai ke sebuah persimpangan baru ada petunjuk jalan menuju ke Dungun. Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya.... senang sekali saya ketika menemukan persimpangan dan sign board menunjuk jalan ke kiri arah Bukit Besi-Kuala Berang, sementara kanan arah ke Kuala Terengganu-Dungun. Kami pilih kekiri.
Jalan masih panjang, bro...hehe.. Tapi setidaknya kami sudah lega, sudah tahu arah yang dituju. Sampai di Bukit Gading jam 9.30 kami berhenti di stesen minyak (POM Bensin). Disitu Aliff bangun dan menangis tak berhenti entah kenapa. Akhirnya saya baca doa-doa yang saya hafal dan bersolawat untuk menenangkannya. Cukup lama juga dia menangis sampai kemudian tenang sendiri.
Adik suami saya tinggal di Ajil, Kuala Berang. Kesanalah kami menuju untuk singgah sebentar. Sekedar melepas lelah. Sampai disana hujan tambah deras, dan akhirnya kami menginap disana. Lagipula kami khawatir jalan kearah Kelantan tergenang air.
Suami saya meninjau genangan air di kampung Kepah:

Esoknya kami berangkat jam 9 pagi menuju Kelantan. Baru 1/2 jam berjalan, kami sampai di Kampung Kepah, dan....hoaahhhh...banjir lagi. Jalan tergenang air sampai 1/2 meter. Karena mobil kami rendah, kami tidak bisa lewat. Jadi terpaksa balik lagi ke Ajil menuju arah Kuala Terengganu. Untungnya jalan menuju kesana lancar sampai kami tiba di rumah.
Benar-benar melelahkan....
Gbr : Ular sawa (kalo bahasa Indonesia apa ya...) di Kampung Kepah... mati terbawa banjir.. hoahhh serem...saya bergidik melihat ular sebesar itu secara live...

Isnin, Disember 01, 2008
on the way to wet world

Dalam perjalanan ke wet world Batu Pahat, kami singgah sarapan direstoran langganan kami, seri selatan Senai. Ini satu-satunya restoran yang saya percaya, karena tempatnya bersih dan makanannya bervariasi. Pekerjanya pun kebanyakan orang Indonesia.
Lagi asik-asiknya makan, najwa mau ke toilet. suami saya sedang ke toko sebelah dengan aliff. sebelum ke toilet, saya sempatkan pesan kepada seorang pelayan, bapak-bapak (katanya sih yang punya restoran), supaya makanan saya jangan diberesin dulu. masih ada roti canai sebiji, nasi campur yang baru saya makan separuh, dua gelas minuman yang jg tinggal separuh.
Kembali dari toilet...alamaakk... piring dimeja saya sudah ditumpuk. glekkk....kesel dong.. 2 orang pelayan berdiri disitu dan begitu melihat saya mereka berdua langsung kabur. wuakkksss..yang satu bapak yang tadi saya pesan, yang satu lagi kasir. saya ngomel-ngomel begitu suami saya datang. orang masih lapar begini...tapi selera makan sudah hilang berganti rasa kesal. si bapak sudah kembali ke pangkalannya, ngobrol sama pembuat roti canai. mau saya omelin gak enak juga, orangnya sudah berumur.
Begitu bayar, suami saya bilang ke kasir yang ikut berpartisipasi membereskan piring dimeja saya. dia cuma bilang, bukan saya.. tapi harga makanan gak didiskon. karena masih lapar, dimobil snack anak saya saya babat juga. terbayang babat sapi yang jadi menu saya tadi.
Kenapa saya begitu lapar ya? begini, saya bangun jam 2 pagi, ketika anak saya najwa, nangis karena sakit gigi. setelah menidurkan najwa saya terpikir untuk menyelesaikan kerjaan saya, karena besoknya kita mau ke wet world. saya terus bekerja sampai jam 5 subuh. kemudian disambung dengan beres-beres, sapu lantai terus ngepel. kemudian setelah anak-anak bangun, seperti biasa rutin harian, mandi suapin sarapan, kami bersiap pergi. perut orangtua masih kosong, yang penting anak-anak kenyang dulu. jadi begitu sampai di kedai itu, saya betul-betul dalam keadaan lapar berat. bukan sarapan lagi jadinya tapi makan berat, sekalian untuk bekal makan siang hehe..
karena baru makan separuh, jadi tahap kekenyangan saya pun belum sempurna. saya bilang pada suami, makanan yang saya makan baru sampai perut bagian atas belum sampe jempol kaki. wahaaaa... yah bukan rejeki kata suami saya. sebagai protes atas insiden ini, untuk sementara kita jangan beli dikedai itu lagi katanya. yakss setuju saya bilang heheh...

Lagi asik-asiknya makan, najwa mau ke toilet. suami saya sedang ke toko sebelah dengan aliff. sebelum ke toilet, saya sempatkan pesan kepada seorang pelayan, bapak-bapak (katanya sih yang punya restoran), supaya makanan saya jangan diberesin dulu. masih ada roti canai sebiji, nasi campur yang baru saya makan separuh, dua gelas minuman yang jg tinggal separuh.
Kembali dari toilet...alamaakk... piring dimeja saya sudah ditumpuk. glekkk....kesel dong.. 2 orang pelayan berdiri disitu dan begitu melihat saya mereka berdua langsung kabur. wuakkksss..yang satu bapak yang tadi saya pesan, yang satu lagi kasir. saya ngomel-ngomel begitu suami saya datang. orang masih lapar begini...tapi selera makan sudah hilang berganti rasa kesal. si bapak sudah kembali ke pangkalannya, ngobrol sama pembuat roti canai. mau saya omelin gak enak juga, orangnya sudah berumur.
Begitu bayar, suami saya bilang ke kasir yang ikut berpartisipasi membereskan piring dimeja saya. dia cuma bilang, bukan saya.. tapi harga makanan gak didiskon. karena masih lapar, dimobil snack anak saya saya babat juga. terbayang babat sapi yang jadi menu saya tadi.
Kenapa saya begitu lapar ya? begini, saya bangun jam 2 pagi, ketika anak saya najwa, nangis karena sakit gigi. setelah menidurkan najwa saya terpikir untuk menyelesaikan kerjaan saya, karena besoknya kita mau ke wet world. saya terus bekerja sampai jam 5 subuh. kemudian disambung dengan beres-beres, sapu lantai terus ngepel. kemudian setelah anak-anak bangun, seperti biasa rutin harian, mandi suapin sarapan, kami bersiap pergi. perut orangtua masih kosong, yang penting anak-anak kenyang dulu. jadi begitu sampai di kedai itu, saya betul-betul dalam keadaan lapar berat. bukan sarapan lagi jadinya tapi makan berat, sekalian untuk bekal makan siang hehe..
karena baru makan separuh, jadi tahap kekenyangan saya pun belum sempurna. saya bilang pada suami, makanan yang saya makan baru sampai perut bagian atas belum sampe jempol kaki. wahaaaa... yah bukan rejeki kata suami saya. sebagai protes atas insiden ini, untuk sementara kita jangan beli dikedai itu lagi katanya. yakss setuju saya bilang heheh...

Sabtu, November 22, 2008
november rain
Tiba-tiba saya rindu menulis blog. Sekarang di jam 12.45 tengah malam,setelah menidurkan aliff yang demam dan selalu ingin saya peluk, saya buka laptop sambil nonton Penelope Cruz di Sahara. Sekedar ingin berbagi kabar. Bulan ini bulan sakit sekeluarga. Biasa, karena cuaca yang tidak menentu. Hujan dan panas silih berganti. November rain kata Axl Rose hehehe...
Mula-mula aliff terserang pilek dan demam tinggi. Dua hari kemudian saya bawa ke dokter. Panasnya mencapai 40 C. Diagnosanya menakutkan saya. Kemungkinan kena campak katanya. Wadooohhh..panik... Aliff baru menginjak 10 bulan dan belum mendapat imunisasi campak. tapi kemudian saya tenangkan diri. Ini hanya sakit biasa, demam karena pilek hidung tersumbat. Dokter memberi obat penurun demam, obat batuk dan anti biotik.
Yang saya kasih ke Aliff cuma obat turun demam saja. Anti biotik? Oh noo...saya tak pernah membiarkan anak saya mengkonsumsi AB kalo hanya demam biasa. AB untuk penyakit yang disebabkan bakteri, sedangkan pilek dan batuk disebabkan virus. Obat batuk juga tidak perlu. Karena batuk itu akibat dari pilek dan merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan kotoran. Walaupun obat itu dari dokter, saya tetap berhati-hati untuk tidak memberikan anak obat-obatan yang tidak perlu.
Akhirnya memang demamnya turun sendiri. Hanya tinggal pilek yang cairannya sudah mengental dan sedikit batuk. Saya baca kemungkinan akan hilang dalam 1-3 minggu. Kemudian giliran najwa, kena batuk pilek juga. Yang paling parah batuknya, terus menerus batuk sampai muntah. Saya kasih obat batuk untuk melegakannya. Juga menggosok punggung dan telapak kakinya dengan vicks pavorub. Lumayan sekarang sudah membaik. Next, giliran suami saya. Tapi tidak terlalu parah, cuma sedikit demam dan batuk-batuk.
Pertahanan saya pun akhirnya bobol juga. Menjaga dua anak yang sakit perlu stamina tinggi. Demam mulai menyerang dan tenggorokan sakit. Alhamdulillah tidak begitu lama sudah sembuh kembali. Terakhir Aliff demam lagi. Adawww...kasian melihatnya merengek dan selalu ingin digendong. Saya cek ada 2 gigi bawah tumbuh, melengkapi 6 biji gigi yang sudah ada. Tapi sepertinya kena pilek lagi, hidungnya tersumbat. Maaakkkkkk....energi saya sudah habis rasanya. Tau sendiri kan kalau anak demam, kita tidak bisa mengerjakan hal-hal lain. Tidurpun ingin dipeluk.
Alhamdulillah, suami saya banyak menolong. Urusan cuci baju, cuci piring ada ditangannya. Masak untuk makan malam pun suami saya buat. He is a family man. heeee... Thanks honey...
Mula-mula aliff terserang pilek dan demam tinggi. Dua hari kemudian saya bawa ke dokter. Panasnya mencapai 40 C. Diagnosanya menakutkan saya. Kemungkinan kena campak katanya. Wadooohhh..panik... Aliff baru menginjak 10 bulan dan belum mendapat imunisasi campak. tapi kemudian saya tenangkan diri. Ini hanya sakit biasa, demam karena pilek hidung tersumbat. Dokter memberi obat penurun demam, obat batuk dan anti biotik.
Yang saya kasih ke Aliff cuma obat turun demam saja. Anti biotik? Oh noo...saya tak pernah membiarkan anak saya mengkonsumsi AB kalo hanya demam biasa. AB untuk penyakit yang disebabkan bakteri, sedangkan pilek dan batuk disebabkan virus. Obat batuk juga tidak perlu. Karena batuk itu akibat dari pilek dan merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan kotoran. Walaupun obat itu dari dokter, saya tetap berhati-hati untuk tidak memberikan anak obat-obatan yang tidak perlu.
Akhirnya memang demamnya turun sendiri. Hanya tinggal pilek yang cairannya sudah mengental dan sedikit batuk. Saya baca kemungkinan akan hilang dalam 1-3 minggu. Kemudian giliran najwa, kena batuk pilek juga. Yang paling parah batuknya, terus menerus batuk sampai muntah. Saya kasih obat batuk untuk melegakannya. Juga menggosok punggung dan telapak kakinya dengan vicks pavorub. Lumayan sekarang sudah membaik. Next, giliran suami saya. Tapi tidak terlalu parah, cuma sedikit demam dan batuk-batuk.
Pertahanan saya pun akhirnya bobol juga. Menjaga dua anak yang sakit perlu stamina tinggi. Demam mulai menyerang dan tenggorokan sakit. Alhamdulillah tidak begitu lama sudah sembuh kembali. Terakhir Aliff demam lagi. Adawww...kasian melihatnya merengek dan selalu ingin digendong. Saya cek ada 2 gigi bawah tumbuh, melengkapi 6 biji gigi yang sudah ada. Tapi sepertinya kena pilek lagi, hidungnya tersumbat. Maaakkkkkk....energi saya sudah habis rasanya. Tau sendiri kan kalau anak demam, kita tidak bisa mengerjakan hal-hal lain. Tidurpun ingin dipeluk.
Alhamdulillah, suami saya banyak menolong. Urusan cuci baju, cuci piring ada ditangannya. Masak untuk makan malam pun suami saya buat. He is a family man. heeee... Thanks honey...
Rabu, Oktober 08, 2008
tangis anak-anakku
Ini pertamakalinya saya tinggalkan aliff dan najwa dibawah jagaan orang lain. Berat rasanya hati, apalagi waktu saya tinggalkan mereka menangis meraung-raung. Apalagi najwa, naik ke pintu grill memanggil-manggil dalam tangisnya. Bunda..bunda..bunda.. Tapi saya kuatkan hati. Bismillah...ini permulaan saja. Nanti lama-lama mereka akan biasa.
Sebenarna najwa saya masukkkan TADIKA, taman didikan kanak-kanak, TK kalau di Indonesia. Tapi karena dia menangis, jadi saya masukkan nursery dulu bersama Aliff. Mungkin akan baik2 saja kalau dengan adiknya.
Keputusan ini saya ambil setelah berpikir lama. Najwa karena sudah besar, saya ingin dia sekolah biar bisa berteman. Dilingkungan rumah kami tidak ada teman untuk dia. Semua main didalam rumah. Sementara Aliff, atas pertimbangan kerja saya yang semakin menumpuk kebelakangan ini. Saya tidak bisa lagi fokus bekerja sambil menjaga anak. Berkali-kali boss saya telepon dan aliff menangis. Saya merasa tidak enak, pembicaraan jadi terganggu.
Saya pun merasa tidak bisa mengerjakan semua sendiri dalam waktu yang bersamaan. Saya harus bekerja, menjaga anak, membersihkan rumah, memasak, dan lain-lain pekerjaan. Suami saya pulang jam 6 sore. Malam saya sudah capek, kadang tidak sempat memperhatikan diri sendiri. Setiap hari begitu, bahkan sabtu minggu saya masih dituntut bekerja beberapa jam. Semua ini menjadi beban buat saya, kadang merasa sedikit tertekan. Dan akhirnya keputusan mengantar aliff dan najwa ke nursery diambil. Tidak lama, jam 1 saya ambil kembali. Karena setelah jam makan siang kerja saya sudah berkurang.
Saya sendiri dirumah sekarang. Masih terngiang tangis aliff dan najwa. Saya ingin memulakan hidup yang baru, yang lebih teratur. Saya pikir ini juga baik untuk diri saya, untuk keluarga saya. Setelah mereka pulang, saya punya lebih banyak waktu yang berkualitas untuk mereka. Karena biasanya walaupun mereka 24 jam bersama saya, saya tidak bisa benar2 menjaga mereka. Perhatian saya terbelah. Pada kerja, pada rumah, pada anak. Ah, tidak semuanya bisa saya rengkuh semua dalam waktu bersamaan.
Sebenarna najwa saya masukkkan TADIKA, taman didikan kanak-kanak, TK kalau di Indonesia. Tapi karena dia menangis, jadi saya masukkan nursery dulu bersama Aliff. Mungkin akan baik2 saja kalau dengan adiknya.
Keputusan ini saya ambil setelah berpikir lama. Najwa karena sudah besar, saya ingin dia sekolah biar bisa berteman. Dilingkungan rumah kami tidak ada teman untuk dia. Semua main didalam rumah. Sementara Aliff, atas pertimbangan kerja saya yang semakin menumpuk kebelakangan ini. Saya tidak bisa lagi fokus bekerja sambil menjaga anak. Berkali-kali boss saya telepon dan aliff menangis. Saya merasa tidak enak, pembicaraan jadi terganggu.
Saya pun merasa tidak bisa mengerjakan semua sendiri dalam waktu yang bersamaan. Saya harus bekerja, menjaga anak, membersihkan rumah, memasak, dan lain-lain pekerjaan. Suami saya pulang jam 6 sore. Malam saya sudah capek, kadang tidak sempat memperhatikan diri sendiri. Setiap hari begitu, bahkan sabtu minggu saya masih dituntut bekerja beberapa jam. Semua ini menjadi beban buat saya, kadang merasa sedikit tertekan. Dan akhirnya keputusan mengantar aliff dan najwa ke nursery diambil. Tidak lama, jam 1 saya ambil kembali. Karena setelah jam makan siang kerja saya sudah berkurang.
Saya sendiri dirumah sekarang. Masih terngiang tangis aliff dan najwa. Saya ingin memulakan hidup yang baru, yang lebih teratur. Saya pikir ini juga baik untuk diri saya, untuk keluarga saya. Setelah mereka pulang, saya punya lebih banyak waktu yang berkualitas untuk mereka. Karena biasanya walaupun mereka 24 jam bersama saya, saya tidak bisa benar2 menjaga mereka. Perhatian saya terbelah. Pada kerja, pada rumah, pada anak. Ah, tidak semuanya bisa saya rengkuh semua dalam waktu bersamaan.
Isnin, Oktober 06, 2008
Kembali bekerja
Pekerjaan ini memang terlalu menuntut. Baru saja saya menjejakkan kaki dirumah setelah menempuh 13 jam perjalanan dari Kelantan ke Johor, telepon berdering. Boss telepon, minta saya membantu kerja yang dia handle selama kami berlibur. Hoaaahhhh...kepala saya masih pusing, kaki belum lagi lurus, barang2 belum diangkat dari mobil, anak-anak menangis kelelahan, suami tewas tertidur setelah menyetir dari jam 9.30 malam sampai 11 pagi. Terpaksa saya hidupkan komputer, terkoneksi ke alam maya setelah lebih seminggu saya tidak melayari internet.
Libur lebaran satu minggu kemarin memang saya tidak dibebani pekerjaan. Alhamdulillah. Tentram juga tidak ada gangguan. Biasanya, saya tidak bisa benar2 bebas dari kerja walaupun liburan. Sekarang, setelah libur habis, kembali semuanya menantang saya untuk dibereskan. Lihat rumah saya, berantakan dari depan ke belakang, menunggu dibereskan. Baju-baju kotor dalam tas belum dikeluarkan. Saya sakit kepala. Pekerjaan seperti biasa menanti. Anak-anak minta perhatian. Kepala saya berdenyut.
Selamat bekerja kembali untuk semua yang baru kembali dari berlibur. Tak lupa, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MAAF LAHIR BATIN.
Ayo gembira!!!! I LIKE MONDAY....
Libur lebaran satu minggu kemarin memang saya tidak dibebani pekerjaan. Alhamdulillah. Tentram juga tidak ada gangguan. Biasanya, saya tidak bisa benar2 bebas dari kerja walaupun liburan. Sekarang, setelah libur habis, kembali semuanya menantang saya untuk dibereskan. Lihat rumah saya, berantakan dari depan ke belakang, menunggu dibereskan. Baju-baju kotor dalam tas belum dikeluarkan. Saya sakit kepala. Pekerjaan seperti biasa menanti. Anak-anak minta perhatian. Kepala saya berdenyut.
Selamat bekerja kembali untuk semua yang baru kembali dari berlibur. Tak lupa, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MAAF LAHIR BATIN.
Ayo gembira!!!! I LIKE MONDAY....
Ahad, Ogos 31, 2008
Marhaban Ya Ramadhan
Kepada semua sahabat, teman dan pengunjung blog ini, saya ucapkan "Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita dibulan suci ini diterima oleh Allah. Amin"
p.s : yang punya blog banyak kerjaan. hehe. so kegiatan blogging-nya istirahat dulu.
p.s : yang punya blog banyak kerjaan. hehe. so kegiatan blogging-nya istirahat dulu.
Jumaat, Ogos 01, 2008
najwa bertanya
Ketika sedang menonton berita TV yang menayangkan korban taufan nargis di Myanmar, tiba2 najwa bertanya :
:bunda, orang-orang itu kenapa?
:oh, mereka kena badai, nak..
:kenapa mereka kena badai?
:Allah turunkan badai pada mereka
:kenapa Allah turunkan badai?
uhukss..saya diam...
:bunda, mereka itu tak menyembah Allah ya?
aduuhh..semakin gerah. pasti najwa teringat bukunya, cerita Nabi Nuh dengan kapalnya.
:tak..sebagian mereka menyembah Allah juga. tapi Allah beri mereka ujian.
saya tidak tau apakah tepat jawaban saya untuk anak sekecil itu.
:ujian itu apa?
saya diam. lama.
:bunda, jawablah. wawa tanya nih..
aduuuhh...saya melirik pada suami.
:wawa tanya ayah ya...
Heee...saya lari kebelakang.

Begitulah najwa. Pertanyaannya semakin hari semakin banyak.
Saya suka membawa dia memasak didapur. Nanti dia tolong membubuhkan garam atau gula. Pun begitu dia merasa bangga. Wawa pandai masak, katanya. Nanti kalau wawa sudah besar, bunda buat kerja aja. Ade aliff main, wawa masak. nanti kalau sudah selesai wawa panggil bunda..bunda jom kita makan.. Hehe...itulah cita-citanya..
Sambil masak, tak henti-henti dia bertanya.
:bunda,semut suka beras tak?
:tak, semut tak makan beras
:kenapa tak makan beras
:beras tak manis, nak, semut tak suka
:kenapa beras tak manis?
:beras itu kan masih berupa biji. biar ada rasa beras harus dimasak dulu dengan air, baru ada rasa manis sedikit.
:bunda, minyak goreng asal dari mana?
:farmer tanam kelapa sawit diladang. kemudian kalau sudah masak farmer jual kelapa sawit ke kilang. nanti kilang proses kelapa sawit tu. setelah itu dipack, terus kilang akan bawa ke kedai. kedai jual ke kita.
uaahhh..panjangnya
Saya bersihkan kangkung pada wadah yang berlubang dibagian bawah.
:kenapa lubangnya kecil-kecil bunda?
:kalau besar nanti kangkungnya jatuh
:kalau kecil?
:kalau kecil, airnya saja yang jatuh
:kenapa bunda buang kangkung itu? tanyanya ketika melihat saya membuang daun2 kangkung yang sudah menguning
:ini sudah layu nak
:kenapa layu?
:sudah lama. tak boleh makan lagi
:kenapa tak boleh makan?
:vitamin sudah habis. lagi nanti ada ulat.
:kenapa ada ulat?
Aduhh emakkk..semakin dijawab semakin ditanya
saya keluarkan ikan dari dalam kulkas. di Malaysia disebut peti ais.
:kenapa bunda letak ikan dalam peti ais?
:supaya ikan tak rusak
:kenapa tak rusak?
:sebab peti ais sejuk. kalau sejuk boleh menghambat bacteria
:kalau letak diluar?
:nanti ikan rusak, jadi busuk
:kenapa busuk?
:udara diluar lembab. banyak bacteria pembusuk. understood?
:understood tu kan bahasa inggris ya. bahasa melayu apa?
:faham tak?
:bahasa indonesia?
:ngerti ngga?
Untung tak tanya bahasa Tamil apa. Hehe..
and so on and so on.
Akhirnya..
:wawa...rasanya HI 5 tengah main tu... cepat-cepat..
Waaaa..dia jerit-jerit. Lari kearah TV. 1 2 3 4 HI 5...
Aih leganya terlepas dari rentetan pertanyaan :D
Rambut Najwa panjang lhoo..:P
:bunda, orang-orang itu kenapa?
:oh, mereka kena badai, nak..
:kenapa mereka kena badai?
:Allah turunkan badai pada mereka
:kenapa Allah turunkan badai?
uhukss..saya diam...
:bunda, mereka itu tak menyembah Allah ya?
aduuhh..semakin gerah. pasti najwa teringat bukunya, cerita Nabi Nuh dengan kapalnya.
:tak..sebagian mereka menyembah Allah juga. tapi Allah beri mereka ujian.
saya tidak tau apakah tepat jawaban saya untuk anak sekecil itu.
:ujian itu apa?
saya diam. lama.
:bunda, jawablah. wawa tanya nih..
aduuuhh...saya melirik pada suami.
:wawa tanya ayah ya...
Heee...saya lari kebelakang.

Begitulah najwa. Pertanyaannya semakin hari semakin banyak.
Saya suka membawa dia memasak didapur. Nanti dia tolong membubuhkan garam atau gula. Pun begitu dia merasa bangga. Wawa pandai masak, katanya. Nanti kalau wawa sudah besar, bunda buat kerja aja. Ade aliff main, wawa masak. nanti kalau sudah selesai wawa panggil bunda..bunda jom kita makan.. Hehe...itulah cita-citanya..
Sambil masak, tak henti-henti dia bertanya.
:bunda,semut suka beras tak?
:tak, semut tak makan beras
:kenapa tak makan beras
:beras tak manis, nak, semut tak suka
:kenapa beras tak manis?
:beras itu kan masih berupa biji. biar ada rasa beras harus dimasak dulu dengan air, baru ada rasa manis sedikit.
:bunda, minyak goreng asal dari mana?
:farmer tanam kelapa sawit diladang. kemudian kalau sudah masak farmer jual kelapa sawit ke kilang. nanti kilang proses kelapa sawit tu. setelah itu dipack, terus kilang akan bawa ke kedai. kedai jual ke kita.
uaahhh..panjangnya
Saya bersihkan kangkung pada wadah yang berlubang dibagian bawah.
:kenapa lubangnya kecil-kecil bunda?
:kalau besar nanti kangkungnya jatuh
:kalau kecil?
:kalau kecil, airnya saja yang jatuh
:kenapa bunda buang kangkung itu? tanyanya ketika melihat saya membuang daun2 kangkung yang sudah menguning
:ini sudah layu nak
:kenapa layu?
:sudah lama. tak boleh makan lagi
:kenapa tak boleh makan?
:vitamin sudah habis. lagi nanti ada ulat.
:kenapa ada ulat?
Aduhh emakkk..semakin dijawab semakin ditanya
saya keluarkan ikan dari dalam kulkas. di Malaysia disebut peti ais.
:kenapa bunda letak ikan dalam peti ais?
:supaya ikan tak rusak
:kenapa tak rusak?
:sebab peti ais sejuk. kalau sejuk boleh menghambat bacteria
:kalau letak diluar?
:nanti ikan rusak, jadi busuk
:kenapa busuk?
:udara diluar lembab. banyak bacteria pembusuk. understood?
:understood tu kan bahasa inggris ya. bahasa melayu apa?
:faham tak?
:bahasa indonesia?
:ngerti ngga?
Untung tak tanya bahasa Tamil apa. Hehe..
and so on and so on.
Akhirnya..
:wawa...rasanya HI 5 tengah main tu... cepat-cepat..
Waaaa..dia jerit-jerit. Lari kearah TV. 1 2 3 4 HI 5...
Aih leganya terlepas dari rentetan pertanyaan :D
Rambut Najwa panjang lhoo..:P
Langgan:
Catatan (Atom)







